2015 Full operation BPJS Ketenagakerjaan

Setelah setahun menjalani proses transformasi, tahun ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosiaal (BPJS) Ketenagakerjaan memasuki tahap full operation (operasi penuh). “Tepatnya tanggal 1 Juli 2015 mendatang,” kata Direktur PBJS Ketenagakerjaan Elvin G Massaya dalam acara Press Gathering yang dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik, 29 Januari lalu di Bandung, Jawa Barat.

bpjs

Acara yang dihadiri segenap direksi BPJS Ketenagakerjaan dan berlangsung santai itu, Elvin menyampaikan berbagai program yang akan diraih instansinya di tahun Kambing, antara lain meningkatkan target kepesertaan aktif hingga 20,20 juta orang dengan nilai iuran Rp 43,7 juta triliun. Target itu lebih tinggi dibanding tahun 2014 yang hingga per Desember tercapai sebanyak 16,9 juta peserta dengan nilai iuran Rp 28,5 triliun. Peningkatan jumlah kepesertaan tersebut dimungkinkan dengan adanya penambahan program jaminan pensiun.
Namun demikian, Elvin menegaskan, program tersebut tak bersaing dengan program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau program Taspen.
“Yang kita sasar dalam program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan adalah program pensiun dasar pekerja swasta,” ujarnya seraya menambahkan, nantinya program jaminan pensiun BP Jamsostek hanya diperuntukkan bagi pekerja swasta.
Program besar lainnya yang bakal diluncurkan pada 2015 ini adalah pembangunan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) untuk para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya dikatakan bahwa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakeraan dan Pemerintah Daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan akan membangun 10.000 rusunawa untuk pekerja dan buruh.
Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan sendiri telah merencanakan tahun 2015 membangun rumah susun di sejumlah kota antara lain Bandung Semarang, Sidoarjo dan Banten. Masing-masing sebanyak 400 rumah.
Total dana disiapkan, kata Elvin sebesar Rp 5 triliun secara langsung, namun juga disiapkan Rp 20 triliun untuk dana tidak langsung berupa investasi.
Pada kesempatan itu dilaporkan, pencapaian hasil investasi per 31 Desember 2014 sebesar Rp 18,1 triliun atau tumbuh 21,75 %, belum termasuk unrealized gain sebesar Rp5,18 triliun. Sedangkan total dana investasi per 31 Desember 2014 mencapai Rp 187,02 triliun atau tumbuh 25,33 %. Sumber dana investasi berasal dari kontribusi pertumbuhan iuran, hasil investasi dan penerapan prinsip-prinsip investasi melalui deposito, surat utang, saham, reksadana, properti dan penyertaan modal.

Bagikan ke: