2015, Business as usual

2015

Akhirnya tahun panas 2014 berakhir juga. Ketika suara terompet tahun baru 2015 menyeruak di tengah gerimis malam di langit ibu kota Jakarta – dan mungkin di kota-kota lainnya di Tanah Air- seolah ada pelepasan napas nan begitu lega. Ingar bingar politik pilpres dan pertikaian anggota legislatif yang berkepanjangan di 2014 nyaris membuat kita kehilangan akal sehat. Untunglah pemerintahan baru terbentuk, dan harapan kini bertumpu pada Jokowi-Jusuf Kalla yang dipaksa harus mampu memperbaiki cuaca ekonomi yang lebih sehat. Pidato Jokowi dalam APEC CEO Summit 2014 di China National Convention Center diharapkan memberi iklim segar bagi arus investasi di Indonesia. Dengan laju pertumbuhan di atas 5% di tahun 2014, sukses Indonesia dalam menyehatkan perekonomian agaknya masih akan berlanjut. Apalagi Jokowi konsisten menunjukkan langkah kerjanya mulai dari aksi blusukan, melibatkan kalangan profesional di jajaran kabinetnya hingga penyederhanaan birokrasi yang selama ini menjadi momok bagi investasi . Bagaimana trend bisnis di 2015 ini? Berbagai analisis para pakar memberikan sinyal positif kendati laju ekonomi diramal tidak akan bergerak lebih tinggi. Sejumlah peluang bisnis yang bakal menonjol juga tidak jauh dari yang itu-itu juga, business as usual.

Bagikan ke: