Yohana Yusuf, Jadi Pemandu Wisata Sejak Remaja

Yohana Yusuf-Foto{ Dokumentasi Pribadi

BATU, MALANG—-Tidak ada yang terlalu besar, tidak ada yang sulit, yang ada bagaimana caranya. Begitu jawaban Yohana Yusuf, 26 tahun ketika ditanya suksesnya memimpin (CEO) sebuah usaha biro perjalanan Eagle yang berbasis di Batu, Malang.  

Pada usia yang cukup muda kiprahnya tak kalah dibanding dengan CEO-CEO lainnya di Indonesia.

Yohana tidak menampik bahwa ilmu ini didapat ketika dia bersekolah di SMA Selamat Pagi Indonesia yang didirikan Julianto Eka Putra memberikannya bekal menjadi wirausaha, bahkan sejak masih duduk di bangku SMA.

“Pekerjaan saya pertama pada awal 2012 ketika membawa satu keluarga yang terdiri dari tiga orang untuk program Bromo Midnight. Mulanya ketika ditelepon klien memanggil Ibu Ternyata saya masih remaja, mereka terkejut dan awalnya saya memang gugup. Namun sesudah pekerjaan selesai, rasanya senang mendapatkan uang saku pertama,” papar Yohana ketika dihubungi Peluang, Rabu (26/6).

Eagle Tour sendiri berada di bawah  divisi dari Kampoeng Kidz berlokasikan di Jalan Pandanrejo no 1, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur yaitu sebuah escorted tour and travelling provider. Dengan beranggotakan individu-individu yang optimis, bersemangat tinggi dan berani melakukan perubahan-perubahan besar dalam hidupnya.

Menurut Yohana pada tahun pertama Eagle Tour hanya beromzet Rp100 juta. Pada 2018 lalu omzetnya mencapai Rp7 miliar.  Dalam setahun Eagle Tour mengerjakan 100 hingga 150 proyek untuk wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dalam setahun.  Eagle Tour diperkuat 10 tenaga SDM yang semuanya lulusan SMA Selamat Pagi Indonesia, yang direkrut dari anak-anak yatim piatu dari seluruh Indonesia.

Paketnya mulai dari one day trip hingga dua minggu menjangkau tidak saja Jawa Timur, tetapi juga Yogyakarta dan Bali. “Yang paling seru ialah saya pernah membawa satu keluarga di Bali, namun destinasi wisata tidak lazim dan bernuansa petualangan dengan durasi yang panjang,” tutur dia.

Ke depannya Yohana berencana memperluas jaringan dan jangakauan usahanya, sekaligus mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.  “Siapa tahu kami ikut berkonstribusi meningkatkan wisatawan di Indonesia,” pungkas dia (Irvan sjafari)

Share This:

Next Post

Forkom KBI Lakukan MoU Bangun Mall dan Hotel Tugu Koperasi

Kam Jun 27 , 2019
BANDUNG-–Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia ( Forkom KBI) sepakat merevitalisasi kawasan tugu koperasi di Tasikmalaya menjadi kawasan bisnis komersial, namun tetap menjaga warisan historis perkoperasian di daerah tersebut. “Selain membangun hotel dan mall, kami akan mendirikan museum koperasi lengkap dengan dioramanya, sehingga jika nanti orang mencari data dan fakta sejarah […]