Yesya Fitra Yeni, dari Bisnis Tas, Suvenir hingga Masker

Yesya Fitra Yeni-Foto: Dokumentasi Pribadi.

TANGERANG—-Beberapa tahun yang lalu Yesya Fitra Yeni memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai salah satu bank swasta karena sudah memiliki anak. Namun Yeni ingin mempunyai kesibukan juga dan ketika ulang tahun dia diberikan hadiah mesin singer patchwork portable.

Awalnya Yeni diharapkan menjahir baju anak, karena punya pengaaman menjual baju anak impor. Namun ketika dia membuka Youtube, Yeni kepincut pada tutorial pouch dan tas dan kemudian mempostingnya di media sosial.

“Ternyata dari teman-teman kantor lama banyak yang pesan. Akhirnya setiap hari mengerjakan pesanan tas dan merambah ke suvenir nikahan , haulan pengajian  dan sebagainya,” ujar Yeni kepada Peluang, melalui WhstaApp, Selasa (12/1/21).

Modal awal hanya mesin dan bahan yang dibeli sekitar Rp5 jutaan berupa mesin dan sedikit kain saja

Perkembangan usaha sebelum pandemi cukup bagus tas dan suvenir buatan tangan ini mempunyai pasar tersendiri, Porduknya dilirik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang.

Yeni pun kerap mengikuti berbagai kegiatan seperti  Inacraft JCC jakarta dari indagkopUKM kota tangerang setiap April, Craftina setiap Oktober secara mandiri dengan teman-tean crafter,  TEI (Trade EXpo Indonesia) 2019 di  ICE BSD, Festival Cisadane, dan sebagainya.

Yeni mengakui selama pandemi pesanan tas memang sempat menurun kemudian selama pandemi mengikuti alur dan tren beralih membuat  masker. Inspirasi membuat masker karena masker medis langka di beberapa rumah sakit.

“Kebetulan kami punya grup Crafter Ciledug yang kami namakan “Ganci”.  Salah satu anggota ada yang mengusulkan untuk donasi masker kain ke rumah sakit di Jakarta dan Tangerang dan ke panti asuhan. Alhamdulillah tanggapan dari pihak rumah sakit ternyata banyak yang membutuhkan untuk cadangan,” ungkap Yeni.

Permintaan masker dari teman-teman positif sekali.  Banyak yang pesan, hingga akhirnya Ynei mencoba  beberapa pola dan jenis masker agar selain nyaman dan aman digunakan juga enak dipandang dan menjadi salah satu fesyen.

Porduk masker Yeni-Foto: Istimewa.

Dia pun merencanakan bisnis ke depan karena masih suasana pandemi untuk beberapa tahun kemungkinan akan menggabungkan kantong belanja, pouch dan masker fashionable dalam satu paket

“Masker handmade yang saya buat mencapai 4000 an lebih yang saya jahit sendiri tanpa karyawan.  Ke depan ia akan merekrut karyawan agar produksi lebih maksimal, karena produk  handmade memang mengutamakan kualitas jadi harus sehati memilih karyawan agat kualitasnya sama,” pungkasnya (Van).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *