Wedding organizer berpotensi gaet wisata mancanegara

 

weddings

JAKARTA: Gempuran globalisasi boleh menggeser kehidupan dari pola tradisi ke mordenisasi , tetapi tidak akan mampu mengusik tradisi pengantin. Pehelatan pernikahan di tanah air masih identik dengan simbol-simbol tradisi. Tak pandang mereka berasal dari strata ekonomi menengah keatas, tetap menonjolkan adat-istiadat daerah mereka berasal. Fenomena ini jelas menggugah para pelaku bisnis seputar pernikahan.

Apalagi seiring kesibukan para calon pengantin yang tak sempat memikirkan pernak-perniknya sendiri, mereka mempercayakan pada para vendor. Pelaku weding organizer pun selalu panen order menggelar pesta pengatin di gedung-gedung. Terlebih momen tersebut menjadi bagian sejarah hidup pasangan mempelai, otomatis menginginkan yang terbaik. Mereka perlu mendokumentasikan perhelatan menjadi “raja dan ratu sehari” secara sempurna, mulai preweding hingga paripurna.

Terkait fenomena tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menaruh perhatian besar. Pasalnya jika dikelola dengan baik dan profesional akan menadatangkan nilai ekonomi yang tidak kecil. Apalagi pernak-pernik yang diperlukan gelaran pengantin meliputi beberapa jenis barang.

Terbukti dengan digelarnya weding ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Melalui Parakrama Organizer, pameran serupa sebanyak tiga kali sejak 2014. Gelaran bertema “Gebyar Pernikahan Indonesia (BPI) ke 3” ini berlangsung di Balai Kartini pada 29-31 Januari.

Pameran yang diikuti ratusan vendor pernikahan ini dimaksudkan mengispirasi calon pengantin pada pesta pernikahannya menggunakan tradisi Indonesia. Acara tersebut juga memudahkan para calon mempelai mendapatkan semua kebutuhan perlengkapan upacara adat pernikahan dengan datang di satu tempat.  Demikian dikatakan Direktur Promosi Dalam Negeri Ditjen Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Tazbir Abdullah, saat membuka pameran.

Tazbir menambahkan pameran preweding ini bisa mencegah calon pengantin tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri untuk melakukan foto-foto prewednya. Mengingat di tanah air banyak tempat yang menarik. Terbukti imbuh Tazbir, sudah banyak calon pengantin luar negeri melakukan pemotretan di tempat-tempat di tanah air, seperti di Yogyakarta, dll. “Kalau cara mengemasnya menarik ini juga menjadi bisnis wisata prewed bagi calon pengantin tak perlu jauh-jauh ke luaar negeri, karena di Indonesia justru menarik, sudah sering calon pengantin, Jepang, Korea dan Hongkong melakukan prewed ya di Yogya dan tempat menarik lainnya,” ujarnya.

Event yang menghadirkan 130 vendor pernikahan tradisional terbaik, dengan menampilkan produknya mulai dari kartu undangan, souvenir, catering, tata rias pengantin, perancang kebaya dan busana penganten, venue/ballroom, dekorasi hingga paket bulan madu.

Pameran dimeriahkan fashion show kebaya, hasil rancangan desainer muda Dimas Singgih dan Renzi Lazuardi yang sedang naik daun dikalangan calon pengantin. Pameran tersebut menargetkan 17 ribu pemgunjung dengan pencapaian transaksi sebesar Rp 30 miliar.  (saw)  

Share This: