Warren Buffett, Milioner & Filantrofis Tulen

Ia orang terkaya dan investor jempolan. Jenius asal Paman Sam ini menelurkan banyak pemikiran dalam memutar uang. Antara lain, teori nilai. Bahwa harga pasar harus lebih rendah dari nilai.

 

DENGAN teorinya yang tak lazim, ia untuj bukti. Seorang Buffett yang memulai investasi dengan US$3.700 pada tahun 1965 melipatgandakannya menjadi US$100 miliar pada 2006. Angka fantastis itu dikemukakan Robert P. Miles, seorang penulis yang juga sahabat Warren Edward Buffett, dalam acara Danareksa Sekuritas Investor Gathering, “The science of investing and the art of managing”, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Sudirman, Jakarta,  Agustus 2008 silam.

Menurut Miles, Buffett adalah sosok investor jenius sekaligus humanis. Dengan teori value investing-nya, dia senantiasa mengedepankan gagasan keniscayaan investasi di bawah nilai. Ia tidak takut masuk ke pasar pada saat nilai pasar sedang turun, karena ia tahu persis akan mendapatkan keuntungan (gain) pada saat harga pasar naik.

“Buffett juga selalu terampil dalam mengontrol emosinya,” kata Miles. Buffett tidak pernah terpaku dengan harga pasar, karena hal itu baginya tidaklah benar-benar mewakili bisnis tertentu. Buffet selalu berprinsip, market adalah pelayan bukan tuan (bagi investor). Sosok Buffett merupakan fenomena baru dalam dunia investasi saat ini. Dalam dirinya berpadu kompak beberapa elemen positif secara utuh, yaitu kemampuan berpikir, matematika dan keterampilan.

Lahir  30 Agustus 1930 di Omaha, Buffett telah jadi CEO dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway sejak tahun 1970.  Ia salah satu investor paling sukses di dunia. Pada Agustus 2017, ia orang terkaya kedua di Amerika Serikat, urutan keempat di dunia, dengan total kekayaan bersih US$81,1 miliar. Buffett terkenal karena kepatuhannya untuk menghargai investasi dan untuk penghematan pribadinya, meski kekayaannya amat sangat besar.

Dia juga aktif berkontribusi pada penyebab politik, setelah mendukung kandidat Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan presiden A.20 pada 2016; Dia telah secara terbuka menentang kebijakan, tindakan, dan pernyataan presiden A.S. saat ini, Donald Trump.

Seperti dikutip Bill Gates, “Warren Buffett selalu mengatakan bahwa ukuran [sukses] adalah apakah orang-orang dekat dengan Anda bahagia dan mencintaimu”. Bahwa dolar bukanlah hadiah utama. “Diberikan cinta tanpa pamrih adalah keuntungan terbesar yang bisa Anda dapatkan,” kata Buffett kepada siswa MBA dalam sebuah ceramah tahun 2008.

“Saya bisa melakukan apa yang saya sukai dengan orang-orang yang saya cintai. Itulah kebahagiaan. Saya bahagia dari hari ke hari. Betapapun hebatnya sukses anda secara finansial, itu semua keropos dan kehilangan makna jika  tanpa cinta. Saya telah melihat semua jenis orang yang sengsara. Mereka memiliki apa yang mungkin dianggap dunia lain penting, tapi mereka tidak memiliki orang yang peduli dengan mereka,” katanya.

Warren Edward Buffett tak pernah pindah rumah sejak berusia 28 tahun, pada tahun 1958. Dengan kejernihan dan kejujuran suara hatinya secara mantap dia katakan hal ini, “Jika saya bisa menghabiskan US$100 juta di rumah yang akan membuat saya lebih bahagia, saya akan melakukannya. Bagi saya, ini adalah rumah terindah di dunia. Di sini ada kenangan, jejak-jejak sejarah, dan orang-orang selalu akan kembali. Begitulah (damai) semuanya berlangsung.” ●(dd)

Share This: