WAKAF TUNAI MEMPERCEPAT PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT

DALAM Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2017 yang berlangsung pada 17 Januari 2018, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) meluncurkan dua produk baru yaitu SIHARTA (Tabungan Hari Tua) dan Wakaf Melalui Uang Tunai. Wakaf melalui uang tunai selama ini memang kurang  popular karena masyarakat umumnya lebih mengenal wakaf berupa tanah maupun bangunan. Menurut Ketua Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara, wakaf tunai esensinya tidak jauh beda dengan wakaf lainnya. Jika selama ini objek yang diserahkan berupa tanah atau bangunan, penyerahan objek dalam wakaf tunai berupa uang tunai yang tidak dapat dipindah tangankan dan digunakan untuk kepentingan umum. “Wakaf tunai ini adalah solusi yang dapat menjadikan wakaf lebih produktif, masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung sehingga ekonomi di kelas bawah dapat segera terangkat,” ujarnya.  Untuk mengenal lebih dekat program wakaf tunai yang akan dikembangkan Kopsyah BMI, wartawan Majalah PELUANG Irsyad Muchtar mewawancarai Kamaruddin Batubara pekan lalu di kantornya. Berikut petikannya.

WAKAF DENGAN UANG TUNAI SELAMA INI BELUM BANYAK DIKENAL. BAGAIMANA KONSEP YANG AKAN DIKEMBANGKAN KOPSYAH BMI?

Wakaf tunai melalui uang ini kami kembangkan sebagai upaya mempercepat pemberdayaan ekonomi umat. Biasa saja konsepnya sebagaimana halnya wakaf harta atau bangunan,  hanya saja objeknya kali ini adalah uang tunai. Tahap awal kami mengajak semua anggota Kopsyah BMI ikhlas untuk berwakaf. Jika setiap anggota berwakaf Rp1 juta, akan terkumpul uang sebanyak Rp130 miliar. Kami targetkan uang ini bisa terkumpul dalam dua tahun, dan jika berjalan sesuai rencana, akan kami alokasikan untuk membeli lahan seluas 100 hektar yang tersebar di sejumlah wilayah. Lahan tersebut memang tidak kami konsentrasikan di satu tempat saja karena diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai tempat.

 

SIAPA SAJA MASYARAKAT DIMAKSUD YANG BOLEH MENGGARAP LAHAN 100 HEKTAR TERSEBUT ?

Sepenuhnya akan kami serahkan penggarapannya kepada masyarakat yang mempunyai keahlian di sektor pertanian. Terutama untuk masyarakat yang punya keahlian tani tetapi tidak punya lahan. Mereka hanya petani penggarap yang posisi tawarnya amat rendah. Nah dengan tanah wakaf ini kita berikan 70%, dan 30% untuk pengembangan yang kelak kita kembalikan lagi kepada mereka. Jika yang 30% ini bisa menghasilkan nilai tambah lebih cepat, maka kita tambah lahan lagi sehingga masyarakat bisa terbantu.

 

LALU KEUNTUNGAN KOPSYAH BMI DIPEROLEH DARI MANA?

Ini bukan kerja ala kapitalis, sama sekali tidak ada keuntungan yang akan kami sasar. Tujuan kami adalah, bagaimana faktor utama produksi ini secara perlahan kembali menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Jangan lagi lahan produktif terus dijarah oleh para developer berduit untuk dialihfungsikan menjadi mal atau perumahan yang nilai tambahnya dinikmati segelintir orang saja. Saya tidak anti dengan pertumbuhan mal atau perumahan, yang saya inginkan bagaimana lahan produktif tersebut dikonversikan lagi sesuai fungsi yang sama.

 

KOPSYAH BMI JUGA AKAN BANGUN KOMPLEK YANG TERDIRI DARI RUMAH SAKIT,  MASJID DAN RUMAH TAHFIZ  GRATIS, APAKAH JUGA DI LAHAN 100 HEKTAR ITU?

Boleh jadi begitu, pendirian komplek yang terdiri dari rumah sakit, masjid dan rumah tahfiz adalah bagian yang inheren dari program pemberdayaan umat. Masyarakat yang hendak kita kembangkan tidak melulu pada aspek ekonominya saja, melainkan juga pada aspek kesehatan, mental dan spiritualnya. Bagaimana dengan panggajian para guru dan dokternya? Akan kita  berdayakan melalui infak yang berjalan ataupun dari 30% bagi hasil sawah itu. Untuk tahap awal bisa diatasi oleh Kopsyah BMI sebagai pengelola dengan segala macam potensi yang dapat dioptimalkan. Kita ingin melihat bahwa ekonomi islam (syariah) itu orientasinya memang maslahat, bukan mencari keuntungan tapi pemerataan keuntungan. Siapapun yang berobat disana mekanisme yang berjalan misalnya bisa saja full gratis atau disediakan kotak infak.

 

UNTUK TAHAP AWAL PROGRAM WAKAF TUNAI INI, LAHAN DI DAERAH MANA AKAN DIGARAP?

Kami awali di wilayah Tangerang terlebih dahulu karena selain jumlah anggota banyak terkonsentrasi di sini, sarana prasarana juga lebih mudah sehingga lebih mudah bagi kami untuk menyelesaikan program ini.

 

TENTUNYA KOPSYAH BMI TIDAK MELULU BERGERAK DI SEKTOR AMAL DAN GERAKAN SOSIAL ?

Pastinya begitu. Namun untuk aspek ekonominya kami kembangkan konsep yang lain pula, yaitu mengajak umat untuk menghidupkan semangat gotong royong atau ta’awun. Salah satu yang tengah kami siapkan adalah membangun minimarket yang akan dimiliki atau dibiayai oleh 130 ribu anggota Kopsyah BMI. Kita akan kumpulkan sebesar Rp100 ribu dari setiap anggota menjadi simpanan pokok.  Target kami, pada akhir tahun nanti terkumpul dana sebesar Rp13 miliar sebagai modal awal minimarket. Berbagai produk anggota akan kami jual di minimarket tersebut namun untuk barang kebutuhan yang tidak bisa kami produksi sendiri,  tentu akan tetap membeli dari pabrikan yang ada. Ke depan kita akan bangun satu minimarket di setiap kantor cabang Kopsyah BMI.

 

KAPAN RENCANA INI BISA OPERASI?  

Sesuai dengan rencana kerja kami, paling lambat 2019 sudah ada minimal satu mini market berdiri. Dan tahun 2018 ini akan dipersiapkan supporting untuk mendukung agar bisa operasional sebuah mini market yang profesional.

 

BAGAIMANA RESPON PEMERINTAH TERHADAP KEGIATAN KOPSYAH BMI?

Tidak ada masalah, secara langsung kepada pemerintah sudah kami sampaikan bahwa ini murni gerakan koperasi, sebuah gerakan tolong menolong yang harus jelas visi misinya. Bahkan ada sebagian pejabat yang sudah menjadi anggota Kopsyah BMI.

 

ADAKAH PESAN YANG INGIN ANDA SAMPAIKAN? 

Kami ingin menyampaikan bahwa semua yang kami kerjakan ini adalah suatu upaya memberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa lembaga ekonomi yang paling dekat dengan sistem ekonomi Islam adalah koperasi. Dengan sistem seperti ini kita harapkan masyarakat mulai percaya menyimpan keuangannya di koperasi yang memang bisa diaudit dan di pertanggungjawabkan kesyariahannya.  (Irsyad Muchtar)

Share This: