Wahyuning Hoedayanti, Klambikoe, Unik dan Etnik

Wahyuning Hoedayanti-Foto: Dokumentasi Pribadi Facebook.

BANDUNG—Hingga akhir 2009, Wahyuning Hoedayanti adalah seorang karyawan sebuah perusahaan di bidang kuliner.  Namun sebetulnya perempuan yang karib disapa Anti ini mempunyai dunia busana, terutama yang terkait berbagai etnik nusantara.

“Awalnya hanya hobi, tetapi karena begitu banyaknya bertumpuk tidak jelas,”  ujar Anti kepada Peluang, Rabu (23/10/19).

Di sisi lain hobinya berburu busana mendapat perhatian kawan-kawan sekantornya untuk minta referensi membuat modal pakaian.  Akhirnya dia berpikir untuk membuat sendiri dan menjual.

Pada waktu itu dengan kain-kain yang ada, Anti membuat desain sendiri dan meminta tukang jahit langganan mengeksekusinya.  Dengan modal awal sekitar satu juta rupiah alumni arsitektur Itenas Bandung mendirikan brand yang dinamakan Klambikoe, dalam Bahasa Jawa artinya baju saya.

Awalnya Anti merasa sulit menemukan baju jadi yang ada unsur tradisionalnya sesuai dengan keinginannya. Kebanyakan pakaian etnik yang dia beli dulu tampak sangat formil dan feminim, bahkan terlihat usia pemakainya bertambah beberapa tahun.

“Saya ingin pakaian etnik kasual dan nyaman dipakai, hingga tampil dengan unik dan bergaya etnik,” cetus Anti, seraya mengatakan tampil unik bergaya etnik kemudian jadi tagline Klambikoe.

Koleksi Klambikoe menggabungkan beberapa motif kain tenun, ada juga kain batik yang semua khas Indonesia.  Anti sudah mencoba memadukan kain batik dari Jawa Barat hingga Madura.

Pada perkembangannya Anti memasarkan Klambikoe  secara offline maupun daring (online). Mayoritas pelanggan dari luar Bandung bahkan luar Jawa.  Satu helai Klambikoe dibandroll dengan harga Rp350 ribu hingga Rp1 juta-an. 

Setiap bulan Klambikoe mampu memproduksi  80 hingga 150 helai disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan. Dalam produksi Anti didukung tiga karyawan tetap dan dua karyawan honorer. Karena membuat busana dengan ciri khas tersendiri dan tidak dibuat dalam jumlah benyak.

Ketekunan Anti rupanya mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota Bandung.  Pada 9 Oktober lalu Anti termasuk dalam 15 wirausaha yang mendapatkan Anugerah UMKM Award 2019 di Bumi Sangkuriang, Bandung.  Anti meraih penghargaan di bidang fesyen.

Wahyuning Hoedayanti (tengah) di Radio Klite-Foto: Dokumentasi Pirbadi Facebook.

“Alhamdullilah, kalau ditanya cita-cita sudah tercapai, karena memang sejak kecil menjadi wirausaha. Saya akan tetap dan komitmen dengan Klambikoe,” pungkasnya. (Irvan Sjafari)

Share This:

You may also like...