Vida Purnama, Sate Taichan Mantan, Terinspirasi Cinta Rumit

Vida Purnama-Foto: Dokumentasi Pribadi.

JAKARTA—-Apa itu mantan? “Mantan adalah jodoh yang menyerah,” jawab Vida Purnama. Perempuan muda bukan menciptakan sebuah ungkapan untuk sebuah puisi atau novel, tetapi untuk bisnisnya yang bertajuk Sate Taichan Mantan yang tertera di salah satu brosurnya.

Secara umum sate taichan didefinisikan sebagai sebuah varian sate yang berisi daging ayam yang dibakar tanpa baluran acang atau kecap. Sate ini hanya disajikan dengan sambal dan perasan jeruk nipis. Sate ini tidak terkait mungkin ada pengaruh dari orang Jepang atau Korea, tetapi tercipta di Indonesia.

Vida mengaku sudah menggeluti usaha ini sejak dua tahun lalu, tetapi belum membuka gerai hanya pre order.  Dia baru membuka bisnis justru setelah PSBB dengan modal nekat.

“Saya kebetulan kuliah bisnis dan senang membaca tokoh pengusaha seperti Bob Sadino dan akhirnya malah membuka berapa cabang,” ujar Vida kepada Peluang, Rabu (12/8/20).

Lalu mengapa mantan? Vida tergelak. Itu memang terinspirasi dari percintaan. “Saya memang selalu rumit dengan masalah percintaan,” cetus perempuan ayu ini.

Vida juga mengaku terinspirasi dengan sate taichan yang ada di Senayan, yang kemudian bubar karena aturan pemerintah. Kini dia mengambil peluang bisnis itu di Jalan Kramat Lontar H7 dan satu cabang lagi di Jalan Pemuda, Rawamangun nomor 60.

“Saya baru sebulan membuka gerai ini awalnya dengan bantuan teman-teman dan memanfaatkan media sosial,” kata Vida.

Dia mengaku Sate Taichan Mantan terbentu oleh program Jakpreneur. Setiap hari Vida mampu mempeorduksi seribu tusuk dibantu 10 karyawan. Dia menjual satu porsi sekitar Rp18 hingga Rp20 ribu.

Brosur Sate Taichan Mantan-foto: Dokumentasi Pribadi.

Vida mengaku tetap menjalani bisnis di tengah pandemi. “Untuk kami sih jalani aja karena usaha gakan menghianati hasil,” candanya.

Namun ketika ditanya bagaimana rencana bisnis ke depan, Vida mengaku akan menawarkan waralaba. Untuk itu dia sedang mengurus sebuah PT agar lebih berkembang di bidang kuliner (Irvan Sjafari).

Share This: