Utak Atik Rencana Pemasaran

 Apakah anda punya rencana pemasaran konten yang terdokumentasi? Jika ya, ini bisa jadi faktor pembeda: antara berhasil atau terus tertatih-tatih.

BEBERAPA statistik berikut menginformasikan begini. Bahwa 88% pemasar B2B saat ini menggunakan pemasaran konten sebagai bagian strategi pemasaran, tetapi hanya 32% yang memiliki strategi pemasaran konten yang terdokumentasi. Sebanyak

76% pemasar B2C melaporkan mereka menggunakan pemasaran konten, tetapi hanya 37% yang mengakui bahwa strategi mereka efektif.

Ada pembagian antara usaha yang sporadis dan terarah dalam rencana pemasaran konten. Di mana posisi bisnis anda? Dari panduan cepat pemasaran konten ini, anda akan belajar bagaimana membuat strategi konten berkualitas dalam tujuh langkah langsung ke sasaran.

Tulis tujuan dan sasaran anda. Langkah pertama, mengatur sasaran-sasaran pemasaran konten anda. Anda harus tahu apa yang anda ingin capai sehingga anda akan tahu apakah anda berhasil atau gagal mencapai sasaran. Dan itu perlu diukur secara berkala, mingguan atau bulanan. Jika anda tidak melakukannya, anda hanya akan membuat konten untuk konten itu sendiri, bukan untuk penggunaan waktu atau anggaran yang efisien.

Berikut adalah sasaran-sasaran yang ada dalam pikiran kebanyakan bisnis untuk membantu Anda menentukan ke mana memfokuskan usaha Anda:

Brand awareness atau penguatan. Inilah alasan paling populer orang beriklan. Mereka mencoba menarik lebih banyak perhatian dan kesadaran secara lebih luas. Pemasaran konten melalui blogging dan strategi sosial adalah rute terbaik. Cara ini organik dan otentik. Orang akan lebih percaya brand anda dan merasa lebih loyal pada anda. Ini strategi yang membutuhkan visi dan tahapan eksekusi rencana.

Konversi dan pemeliharaan prospek. Ketika seseorang mendaftar ke email anda, artinya mereka sudah “mengizinkan” anda ” untuk memasarkan kepada mereka (tentu saja bukan dalam arti promosi murahan ala penjual kecap). Tergantung apa sasaran konversi mereka, berbagai bisnis mungkin ingin mengonversi para pengunjung agar mendaftar webinar atau mengunduh suatu ebook. Anda bisa terus menggunakan konten untuk memindahkan mereka melalui siklus pembelian ke perjalanan pelanggan.

Konversi pelanggan. Di tahap ini, sasarannya adalah mengonversi pelanggan konten menjadi pelanggan yang membeli. Pelanggan konten sekarang adalah prospek pemasaran terkualifikasi atau marketing qualified lead (MQL), sehingga anda mulai mengirimi mereka konten tentang produk atau layanan anda. Misalnya, studi kasus tentang bagaimana produk atau layanan anda bekerja bagi klien lainnya. Mereka harus tahu, di tahap ini, mengapa penawaran anda adalah yang terbaik untuk kebutuhan mereka.

Layanan pelanggan. Inilah saatnya anda membuat konten khusus untuk para pelanggan. Konten anda adalah cara yang hebat untuk mengedukasi para pelanggan tentang produk anda, bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana produk tersebut cocok bagi kehidupan mereka, atau menjadi solusi bagi kebutuhan mereka. Sudahkah anda menulis cara terbaik menggunakan produk atau layanan anda? Jika belum, lakukanlah segera.

Loyalitas dan retensi pelanggan. Setelah memiliki pelanggan, tiba saatnya untuk menjaga para pelanggan tersebut. Anda bisa melakukan sesuatu seperti membuat surat berlangganan bagi pelanggan atau mengadakan event atau membuat seri webinar. Semakin berkualitas konten yang anda buat, akan semakin baik konten itu menggerakkan loyalitas dan retensi pelanggan anda.●(Nay)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *