Usaha Sajadah Wahid Panjang Terbentang

Wahid Syafrudin di sebuah gerai sajadahnya-Foto: Dokumentasi Pribadi.

DEPOK—Berawal dari ayahnya yang suka mengaji, namun tidak mampu duduk lama di atas sajadah karena kakinya, mendorong Wahid Syafrudin mencari solusi dan sekaligus mendapatkan inspirasi usaha.

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila ini akhirnya membuat sajadah yang dimodifikasi agar ayahnya tidak lagi kesulitan untuk duduk lama mengaji.

“Dari situ saya merasa satu suara ayah bisa mewakili seribu suara di luar dan banyak orang terbantu dengan produk saya,” ujar Wahid, ketika dihubungi Peluang, Jumat (17/8/2018).

Dia mengisi sajadahnya dengan silikon dan membuatnya terasa empuk, sehingga orang yang beribadah di atasnya bertambah khusu.

Sebagai brand Wahid Home Industry sendiri berdiri dimulai dengan lomba pembuatan rencana bisnis yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi pada 2010. Hadiah dari kemenangan lomba pembuatan bisnis plan tersebut dijadikan sebagai modal awal membangun usahanya.

Dengan uang hadiah itu Wahid  membeli mesin jahit, bahan baku produksi, peralatan lainya, dan sisanya sebagi kas. Ketika produk sudah jadi, pada 2011 dia  mengikuti lomba wirausaha muda mandiri, sampai pada tingkat finalis Jadebotabek. Dari perlombaan ini brand Wahid Home Industry lebih dikenal oleh masyarakat.

“Saya memulai bisnis ini dari sebuah teras rumah. Ketika itu saya hanya dibantu seorang karyawan. Namun walaupun demikian pada waktu pendirian kami sudah memiliki bisnis plan dua tahun ke depan, Alhamdulillah  tahun dalam waktu 3 bulan, rencana omzet untuk setahun sudah terpenuhi,” tutur pria kelahiran 1983 ini.

Harga sajadah tebal untuk pembelian satuan adalah Rp 150.000,- dengan beberapa pilihan motif yang tersedia. Rata-rata Wahid memperoleh omzet Rp20 hingga Rp30 juta per bulan.  Omzet tetinggi yang pernah diraihnya Rp150 juta per bulan, tetapi itu pas momen Ramadan.

Ikut serta dalam event juga membantu penjualannya. Selain pemasaran secara online, Wahid juga mempunyai sebuah gerai di sebuah mal di kawasan Depok.

Produk sajadah milik Wahid Home Industry di sebuah pameran-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Wahid Home Industri juga memproduksi matras dengan motif batik yang juga berisi silikon. Seperti halnya sajadah, matras ini terasa lebih empuk dan tahan lama.

Melihat kenaikan bisnis yang signifikan, Wahid meyakini bahwa bisnis sajadah ini msih panjang terbentang.

(Irvan Sjafari)

Share This:

You may also like...