Unimed Of Brazil Koperasi Kesehatan dengan Kinerja Sehat

Koperasi bukan saja menjadi solusi untuk masalah perekonomian,  juga menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat.  Kekurangan rumah sakit, tenaga medis, serta biaya kesehatan bisa diselesaikan dengan  cara gotong  royong melalui koperasi.  Inilah yang ditunjukkan oleh Unimed,  koperasi kesehatan di Brazil bahkan membantu pemerintahnya. Koperasi ini mengeluarkan produk seperti asuransi kesehatan agar anggotanya (pelanggan) bisa saling menolong.

UNIMED digagas pada 1967 oleh Dokter Edmundo Castillo dan 22 dokter lainnya. Untuk mengembangkan koperasinya Dewan Unimed Santos  mengunjungi kota-kota seluruh Brazil yang tertarik untuk mengadopsi model koperasi dan segera Unimed meluas, pertama dari sebuah negara bagian menjadi seluruh negara Brazil.  Dalam sebuh kongres pada 28 November namanya menjadi Unimed of Brazil.

Untuk mengatur secara kelembagaan semua federasi dan Perusahaan Tunggal, yang mulai dibentuk pada awal dekade, Unimed of Brazil didirikan pada tanggal 28 November 1975, dalam sebuah pertemuan anggota.

Seorang  peneliti sejarah kesehatan  Masyarakat dari Amerika Duarte  dalam tulisannya di National Library of National Medicine Institute of Health 2001 melukiskan bahwa Unimed of Brazil berkembang secara bertahap  dengan hanya  sebuah koperasi lokal, lalu mendorong berdirinya koperasi kesehatan lain di daerah lain dan membentuk federasi hingga konferederasi dalam sebuah grup. Hasilnya pada awal 2000 sudah terbentuk 367 koperasi local di bawah Unimed, yang beroperasi  pada lebih dari 80% wilayah Brasil, dengan 41% dokter yang ada melayani 7% populasi Brazil.  Sekalipun desain dan dinamika organisasi disesuaikan dengan tata pemerintahan desentralisasi dan otonomi yang  berlaku ketat di Brazil.

Unimed melakukan subordinasi semua komponen dalam sistem dengan komando koperasi dokter dan menghadapi risiko terjadinya perselisihan internal dan konflik antara kepentingan individu dan kepentingan organisasi.

Sejak 2010  Unimed of Brazil  di bawah Presidennya  Eudes de Freitas Aquino menerapkan model tata kelola koperasi untuk memfasilitasi manajemen yang transparan dan adil yang dengan jelas mendefinisikan semua proses dan fungsi di jantung koperasi.

“Tata kelola koperasi harus menjadi bagian dari misi kelembagaan sistem koperasi medis terbesar di dunia ini. Kami juga melakukan penelitian untuk keunggulan dalam manajemen dan administrasi sumber daya dan kepatuhan terhadap undang-undang dan komunikasi dengan semua pihak yang berkepentingan. Tata kelola perusahaan yang baik,” kata Eudes  seperti dikutip dalam Iho.cop.

Menurut dia, koperasi berbeda dari jenis perusahaan lain dalam aspek-aspek seperti modal sosial, ketidakterpisahan cadangan dan distribusi hasil sesuai dengan aktivitas atau hak untuk memilih anggota yang terkait dengan orang dan bukan dengan modal.

LAYANI 20 JUTA PELANGGAN

Pada 2016 Unimed  memiliki 354 koperasi medis yang bergabung dan menawarkan layanan kesehatan  dengan lebih dari 20 juta pelanggan dengan beranggotakan 109 ribu dokter aktif, mempunyai 106 rumah sakit, serta perawatan darurat, laboratorium dan ambulans.

Menurut  laporan Newscoop 2015, sekitar 12% populasi Brasil (penduduk Brazil 2016 sekitar 20,6 juta) menjadi pelanggan Unimed sementara raksasa medis itu mencakup 83% wilayah nasional dan menyumbang 32% dari pasar asuransi kesehatan. Sekitar seperempat dokter Brasil adalah anggota.

Pada 2018  jumlah dokter yang aktif  meningkat menjadi 115 ribu dan jumlah rumah  sakit yang dimiliki koperasi ini  meningkat menjadi 119 buah.  Sedangkan  jumlah pelanggan yang dapat mengakses tercatat sebanyak  17,5 juta orang.

Seperti halnya   banyak negara di dunia, Brazil juga mengalami krisis krisis ekonomi yang panjang .  Institut Geografi dan Statistik Brasil (IBGE)  mencatat pada kuartal terakhir 2018, 12,2 juta orang Brasil menganggur. Namun dengan kondisi ini  Unimed memastikan pangsa pasar dalam kesehatan tetap stabil selama 2018.

Presiden Koperasi Unimed Orestes Pullin (2017-2021) mengakui bahwa 2018 adalah tahun yang sulit. Namun pihaknya terus meningkatkan kinerja seperti sistem keamanan, perubahan sistem administrasi  dan  penataan jaringan keperawatan.  

Hasil kinerja tim  yang dipimpinnya dapat ditunjukan dalam  laporan manajemen Koperasi  Unimed  bidang keuangan dengan mempertahankan surplus antara pendapatan dan  biaya. Sekalipun pada 2018 selisihnya tidak sebesar tiga tahun  sebelumnya. Tapi koperasi ini mampu melewati situasi ekonomi yang sulit.  Dengan kata lain kinerja keuangannya sehat.

Keberhasilan koperasi ini selain manajemen yang baik, ialah  kesungguhannya memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Priscila de Oliveira Muniz, seorang pelanggan klien Unimed di Rio de Janeiro, mengaku tersentuh dengan Unimed saat hamil anak pertamanya.

“Saya merasakan perbedaan menjadi klien Unimed setelah hamil dengan anak pertama saya.Seorang perawat di Rumah Sakit Unimed Petrópolis merawat saya sebelum persalinan dan bersalin, dan membantu saya menyusui,” ungkap dia.

Dia juga mengaku  menghasilkan banyak ASI hingga dia  memutuskan untuk menyumbang ASI-nya untuk bank susu rumah sakit.

“Menyusui putra saya adalah pengalaman yang luar biasa dan senang mengetahui bahwa dengan menyumbangkan ASI, saya mendukung anak-anak dan ibu yang membutuhkan bantuan,”pungkas dia.

Unimed juga rajin menggelar berbagai aktivitas olahraga  untuk kesehatan  untuk pelanggannya.  Baik untuk orang tua, orang muda dan ibu-ibu, hingga anak-anak.

Seandainya saja negara berkembang lain mengikuti model koperasi kesehatan ini tentu masalah seperti kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan masyarakat yang terhimpit biaya bisa dipecahkan.  (Irvan dari berbagai sumber)  (dari berbagai sumber).

Share This:

Next Post

Equity Crowdfunding Prospek Baru Usaha Koperasi

Ming Apr 7 , 2019
Koperasi berpotensi mendapatkan fee based income dari pengelolaan dana hasil penerbitan saham di pasar modal oleh UKM atau start up. Ada kabar baik bagi usaha koperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul diterbitkannya POJK Nomor 37/POJK.04/2018 Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis  Teknologi Informasi (equity crowdfunding). Dalam aturan anyar […]