UKM Jabar Apresiasi Gernas BBI

Ilustrasi-Foto: Merdeka.

BANDUNG—Dainty Ratnasari, masih mengingat awal Januari 2020 baru saja membuka toko fisik di sebuah mal di kota Bandung.  Usaha kerajinan boneka dan konveksi yang dirintisnya sejak 2013 sudah membuahkan hasil.

Setelah berjuang bertahun-tahun, dia mempunyai tempat untuk jualan luring (fisik), sekaligus display produksinya.  Alumni Jurusan Administrasi Bisnis, Universitas Padjadjaran ini berani membayar sewa satu tahun di muka karena begitu optimis bahwa bisnisnya bangkit.

Sayang seribu sayang, Pandemi Covid-19 melanda Indonesia.  Tokonya harus ditutup selama empat bulan, tidak ada pemasukan sama sekali, karena penjualan secara daring (online) pun mati. Masyarakat lebih mengutamakan membeli produk kesehatan.

“Omzet kami anjlok hingga 70 persen. Sejumlah event batal. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa toko akhir 2020 karena kehabisan modal,” ucap Dainty.

Itu sebabnya, dia menyambut baik Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), di mana Jawa Barat menjadi tuan rumah.  Gerakan yang berlangsung selama April ini  melibatkan sekira 15 ribu UKM di Jawa Barat,  di mana Kementerian dan Lembaga Pemeirntah menyiapkan dana sebesar Rp400 triliun untuk belaja produk UKM.

Ibu rumah tangga kelahiran 1990 ini, mengucapkan rasa syukurnya dengan adanya gerakan ini. Menurut dia produk lokal sebetulnya tidak kalah bagus, tidak berkualitas dibanding produk luar dan harganya pn beragam.  

Hanya saja pemilik dari brand boneka DR.Bear ini  mengusulkan gerakan ini jangan hanya bulan April, tetapi lebih lama. Karena UKM membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk bisa bangkit. Selain itu dia berharap bukan hanya produk UKM yang sudah branded yang jadi sasaran dibeli, tetapi juga UKM kecil dan sekaligus membantu mempromosikannya,

Menurut Dainty, saat ini saja usaha yang dijalankannya mengeluarkan biaya promosi dan marketing yang lebih tinggi dibanding sebelum pandemi, bahkan hingga dua kali lipat.

“Saya mempersiapkan produk new arrival, dengan desain, kemasan baru untuk konveksi, terutama pada Ramadan mendatang. Saat ini daya beli masyarakat sudah membaik, ” ucap dia bersyukur, seraya mengapresiasi Gubernur Jabar ikut berbelanja produk UKM.

Pelaku UKM lainnya,  Selvi Lusiana juga menyambut baik gerakan ini karena UMKM paling terkena dampak. Dia mengingatkan UMKM merupakan tulang punggung dari perekonomian indonesia karena hampir lebih dari 90 persen bisnis di Indonesia dilakukan oleh UMKM.

“Saya berharap program yang dijalankan oleh gubernur jabar bisa membantu UMKM dalam memulihkan bisnisnya sehingga bisa memberikan efek domino terhadap peningkatan perekonomian Indonesia,” ujar dia (Van).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *