Ujang Koswara, Lampu Limar dari Bandung Menerangi Negeri

Ujang Koswara-Foto: Dokumentasi Pribadi,

BANDUNG—Jika pemerintah mempunyai program mengurangi bahkan menghapuskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), maka Ujang Koswara seorang warga Bandung mempunyai semangat agar tidak lagi ada rumah dengan kegelapan di Indonesia.

Ujang melibatkan dan mengajarkan pemuda Bandung di bawah komunitas bernama Bandung Economic Emprovement Center (BEEC) untuk membuat lampu yang dinamakan Limar (Listrik Mandiri Rakyat).  

Lampu itu memakai energi hanya satu watt, tetapi terangnya setara 10 watt dan tahan selama 10 tahun.  Lampu itu kemudian dibagikan ke rumah-rumah yang belum mandiri secara energi. Setiap rumah mendapatkan lima lampu, mulai ruang tamu hingga kamar mandi.

“Jika ada berapa pihak ingin membantu kaum dhuafa dengan bedah rumah, maka saya ingin menyempurnakannya dengan menerangi rumah itu,” ujar Ujang ketika dihubungi Peluang, Senin (11/11/19).

Pembuatan lampu ini dinanai oleh secara keroyokan, melibatkan dana CSR perusahaan, namun tidak menggunakan dana APBD.  Satu paket (lima lampu) bila dibandroll senilai Rp1, 2 juta. Mereka yang mengerjakan pemuda, para santri hingga mantan preman yang ada di Kota Bandung.

“Cita-cita besar saya ingin menjadikan pemuda Bandung bukan saja sebagai penonton, konsumtif, tetapi juga pemain,” kata  Ujang lagi.

BEEC sendiri baru diluncurkan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang lalu di Kota Bandung.  Namun lampu itu sudah dibuatnya dengan para pemuda sejak 2008 dan sudah menyebar ke seluruh negeri. Yang paling anyar, berapa hari yang lalu Ujang dan timnya bertandang membawa lampu ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), untuk 618 rumah.

Selain lampu listrik, Ujang juga mengajarkan anak muda Bandung membuat kompor berbahan bakar sampah bernama Hawuko.  Kompor ini akan mampu menghasilkan listrik. Gagasannya dengan kompor penghasil listrik berbahan bakar sampah ini sinergi dnegan lampu limar yang akan dipasang. Dengan demikian rakyat miskin bisa mandiri secara energi.

Lampu Limar di sbeuah rumah di Kabupatan PPU-Foto: Dokumentasi Pribadi,

Lebih luas lagi, BEEC juga menargetkan kemandirian pangan dan sandang. Di antaranya menghidupkan batik Bandung, yang rencananya akan digunakan untuk seragam sekolah para pelajar Bandung (Irvan Sjafari)

Share This:

You may also like...