Tsunami  Terjang Pantai Selat Sunda, 43 Orang Meninggal

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho -Foto: Istimewa.

JAKARTA—–Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo  Purwo Nugroho menyatakan hingga pukul tujuh pagi,  korban jiwa akibat tsunami dan gelombang tinggi yang menerjang Pantai Selat Sunda pada malam minggu kemarin,  mencapai 43 orang, 584 luka-luka dan dua orang hilang.

“Kerusakan fisik berupa 430 unit rumah, sembilan hotel, serta sepuluh kapal mengalami kerusakan berat.  Sementara puluhan kapal lainnya mengalami kerusakan ringan” ujar Sutopo melalui keterangan tertulisnya.

Lanjut Sutopo, kemungkinan jumlah korban dan  kerusakan masih akan bertambah, mengingat pendataan masih dilakukan. BNPB meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di pantai. BMKG dan  Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab  tsunami dan kemungkinan susulannya.

Di antara yang menjadi korban bassist Band Seventeen Awal Purbani dan  Road Manager Oki Wijaya. Band Seventeen sedang mengisi acara gathering PLN UIT di kawasan Tanjung Lesung. Beberapa personel   seperti gitaris Herman Sikumbang, drummer Andi Windu Darmawan, seorang kru bernama Ujang dan isteri vokalis Ifan bernama Dylan Sahara hilang.

Daerah yang terdampak adalah kawasan wisata di Pandeglang, seperti Pantai Anyer dan Tanjung Lesung.

 

 

Share This: