Triwulan III 2019, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,02 Persen

Ilustrasi-Foto: BPS.

JAKARTA-—Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Trilwulan III 2019 hanya mencapai 5,02 persen secara tahunan. Sementara ekonomi Indonesia triwulan III-2019 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,06 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi ini masih tidak terlalu curam dibandingkan negara maju dan negara berkembang lain yang saat ini dilanda perang dagang.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,72 persen.

Sementara dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 7,44 persen.

“Kondisi perekonomian global masih sangat diliputi dengan ketidakpastian di mana perang dagang masih berlangsung, tensi geopolitik di beberapa kawasan, dan harga komoditas yang fluktuatif yang menuju penurunan,”  tutur Suhariyanto di kantor BPS, Selasa (5/11/19).

Lanjut dia lagi, harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional pada kuartal III/2019 turun dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

“Realisasi belanja pemerintah APBN pada kuartal III/2019 tercatat hanya 22,75% dari pagu 2019 atau turun dibandingkan dengan realisasi periode sama 2018 yang mencapai 25,59 persen dari pagu 2018,” papar dia lagi.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2019 tetap didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,15 persen.

Kemudian  diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,14 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 7,95 persen. Sementara itu, Pulau Sulawesi dengan kontribusi sebesar 6,43 persen memiliki laju pertumbuhan tertinggi.

Share This:

You may also like...