Transformasi Digital Koperasi Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kolaborasi dapat menjadi model bisnis yang efektif di tengah ancaman disrupsi. Selain itu, dibutuhkan regulasi yang tidak terlalu mengintervensi usaha koperasi.

INDONESIA tengah memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, robotik, artifical inteligence, dan komunikasi yang sangat dinamis. Konsekuensinya, terjadi perubahan gaya hidup, terutama di kalangan milenial, yang menjadi populasi terbesar di era ini. Kecepatan dan akses komunikasi tanpa batas merupakan salah satu ciri utama yang melekat pada generasi milenial.

Koperasi sebagai salah satu badan usaha dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Iwan Setiawan, Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Bogor mengatakan, selama koperasi siap bertransformasi ke layanan berbasis digital, maka lembaga sokoguru perekonomian ini berpotensi untuk lebih maju di tengah tantangan yang ada. “Koperasi sudah memiliki point utama dalam menjalankan bisnis digital, yaitu anggota sebagai komunitas pengguna layanan,” kata Iwan.

KSP Sejahtera Bersama sudah mengantipasi disrupsi yang potensial terjadi dalam waktu dekat. Antara lain dengan meluncurkan platform PIKO, aplikasi berbasis Android untuk anggotanya. Dengan aplikasi ini, anggota dapat melakukan berbagai transaksi yang sangat lazim di dunia usaha. Misalnya, pengajuan pinjaman, transfer dana antaranggota, ataupun transfer ke rekening bank lain.

Iwan juga menyebut, selain mendorong transformasi digital, diperlukan kepastian hukum dan usaha untuk kemajuan koperasi. Itu artinya, dibutuhkan regulasi yang berpihak kepada pengembangan koperasi. “Regulasi yang berlaku sekarang ini sangat detail dan terlalu mengatur, sehingga lebih terkesan (dan dirasakan) sebagai intervensi,” ujarnya.

Pemerintah sebaiknya mulai berani melibatkan koperasi dalam sektor-sektor ekonomi yang melibatkan hajat hidup masyarakat banyak. Contohnya, melibatkan koperasi dalam distribusi kebutuhan pokok. Koperasi selaiknya dapat menjadi mitra Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan kebutuhan bahan pokok. Dengan begitu, koperasi memiliki ruang gerak usaha dalam koridor yang lebih longgar.●(Kur)

Share This:

You may also like...