Transformasi Digital Koperasi Adil Makmur Hadapi Revolusi Industri 4.0

Implementasi Integrated Enterprise System di Koperasi Berprestasi Tahun 2019 ini merupakan bagian dari upaya mengakselerasi kinerja bisnis berbasis digital.

SEJAK diperkenalkan ke publik pada 2011, revolusi industri 4.0 menjadi perbincangan di seluruh dunia. Perkembangan teknologi dan aliran informasi yang cepat memungkinkan semua orang saling terkoneksi, berbagi informasi, mengakses lebih banyak data, dan melakukan pekerjaan secara lebih efisien. Pada akhirnya semua perubahan ini juga mendorong bisnis, termasuk koperasi, untuk beradaptasi lebih cepat demi menghindari ketertinggalan.

Diah Suandari, Bendahara Koperasi Adil Makmur mengatakan, koperasi di era industri 4.0 seperti sekarang wajib mengikuti perkembangan zaman untuk mencapai cita-cita bersama. “Hal ini sejalan dengan visi Koperasi Adil Makmur yaitu memberikan dampak positif kepada perekonomian anggota dan masyarakat pada umumnya,” ujar Diah.

Sejak disahkan pada 2008, Koperasi Adil Makmur merupakan koperasi pro rakyat yang senantiasa mendukung amanat UUD 1945 tentang pembangunan koperasi. Koperasi ini menjadi sosok badan usaha yang mampu memberikan kemanfaatan ekonomi yang maksimal untuk mensejahterakan anggotanya dan mengurangi ketimpangan sosial.

Sekadar informasi, istilah industri 4.0 pertama kali dikenal di Jerman pada 2011. Ketika dalam World Economic Forum (WEF) 2015, Kanselir Jerman Angela Merkel menjelaskan implementasi industri 4.0 merupakan upaya untuk mengintegrasikan dunia online dengan lini produksi industri.

Menurut Klaus Schwab selaku ekonom sekaligus pendiri dan Executive Chairman WEF, revolusi industri 4.0 akan berdampak pada semua aspek kehidupan manusia. Transformasi yang terjadi dari dampak perkembangan teknologi ini dinilai berskala besar dan kompleks, bahkan belum pernah dialami sepanjang sejarah.

Berdasarkan hasil riset McKinsey Global Institute, dampak revolusi Industri 4.0 akan 3.000 kali lebih dahsyat dari revolusi industri pertama. Bahkan, diproyeksi juga, ekonomi digital akan membuka peluang bisnis baru di Indonesia hingga USD200 miliar pada tahun 2030.

Di Indonesia sendiri, pada 4 April 2018 Pemerintah menyatakan kesiapan untuk memasuki era revolusi industri 4.0 melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0.

Target yang hendak diusung adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara perekonomian terkuat dunia pada tahun 2030. Industri 4.0 terdiri dari empat pilar utama, yaitu teknologi, industri, inovasi, dan sumber daya manusia (SDM) untuk mengimplementasikannya.

Selain pengembangan koperasi, upaya lainnya yang dilakukan Koperasi Adil Makmur untuk mencapai tujuan tersebut adalah peningkatan daya saing, terutama dalam bidang digital. Hal ini diimplementasikan dalam penggunaan sistem operasi terpadu, piranti lunak, hingga aplikasi digital yang tidak hanya mempersingkat waktu, namun juga meningkatkan efisiensi.

“Pada awal mula berdiri, banyak proses masih dilakukan secara manual. Seiring dengan perkembangan zaman, kami merasa harus bertransformasi dan mulai beradaptasi menggunakan sistem terpadu. Penggunaan Integrated Enterprise System, misalnya, sangat membantu aktivitas bisnis seperti manajemen aset dan hutang piutang dagang anggota tipe sub-distributor dan peretail, sampai melakukan akuntansi perusahaan yang terintegrasi dan cepat,” lanjut Diah.

Transformasi digital yang telah dilakukan Koperasi Adil Makmur terbukti dapat meningkatkan kinerja. Dampaknya, peran dan kontribusi Koperasi ini dalam mendorong pengembangan usaha anggota dan ekonomi masyarakat telah diakui oleh negara.

Pada pekan peringatan Hari Koperasi Nasional yang diselenggarakan di Purwokerto pada bulan Juli 2019 lalu, Koperasi Adil Makmur berhasil meraih penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi tahun 2019. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia periode 2014-2019, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, kepada pengurus koperasi.

“Tentu saja penghargaan itu merupakan bentuk syukur kami dan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pengurus dan anggota, sehingga kami berhasil meningkatkan jumlah anggota hingga mencapai angka 2000an dan kenaikan putaran usaha beberapa kali lipat di bawah kurun waktu 10 tahun,” tutupnya.

Keunggulan Koperasi Adil Makmur antara lain, layanan fleksibel dimana anggota dapat memilih metode pencairan bunga setiap bulan atau pada saat jatuh tempo. Selain itu, anggota mendapatkan poin pada saat menerima bunga yang dapat ditukarkan dengan program serta dapat mengakses melalui website, SMS, dan Whatsapp Center.

Untuk diketahui, Koperasi Adil Makmur didirikan pada tanggal 06 Juni 2008 dan disahkan oleh Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Nomor: 782/BH/MENEG.I/VII/2008 pada tanggal 11 Juli 2008.

Dengan semangat dan visi untuk memberi dampak positif kepada perekonomian anggota dan masyarakat, Koperasi Adil Makmur memiliki misi membangun Koperasi dengan terpercaya dan inovatif melalui program simpanan & pinjaman, pelatihan dan teknologi.

Visi dan Misi yang diusung bukanlah jargon belaka namun telah diwujudkan dalam kerja nyata. Salah satunya program transformasi digital yang terus dikembangkan agar proses bisnis dan kinerja Koperasi Adil Makmur semakin kinclong di masa mendatang.  (Kur) 

Share This:

Next Post

Waspadai Antusiasme Sambut Startup Unicorn

Sab Des 7 , 2019
Perusahaan rintisan (startup) digital dapat menciptakan risiko sistemik pada perekonomian jika tak mengubah pola bisnis yang hanya bergantung pada kenaikan gross merchandise volume. BERALIHNYA sistem konvesional ke Online Travel Agent (OTA) membuat masyarakat mulai yakin akan kemudahan dalam mobilitas dan aktivitas keseharian. Dengan layanan berbasis online, biaya admin atau jasa […]