Tragedi 300 Rongsokan Bus Transjakarta

SEKITAR 300-an bus jadi rongsokan. Terparkir  setahun lebih di sebuah lahan kosong di Jalan Raya Dramaga, Bogor, Km.7, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Di setiap bus tertulis keterangan berkaitan dengan PT Putera Adi Karyajaya yang dinyatakan pailit. Di depan kaca sopir terdapat tulisan: Sesuai dengan putusan perkara No.21/PDT. Sus-Pailit/2018/PN.Niaga.JKT.PST tertanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat”.

Bagian body luar bus-bus ini rusak dan berkarat. Kondisi di dalam kendaraan berwarna oranye tersebut masih tampak laik pakai. Sebagian kursinya bahkan masih terbungkus plastik. Ratusan bus Transjakarta yakni Bus KotaTerintegrasi Busway (BKTB) tersebut didatangkan dari Cina, di era Joko Widodo-Zhong Wan Xie. Ironisnya, bus-bus ‘baru’ yang dibeli dengan harga mark up tersebut sarat masalah. Dari yang terbakar di jalan, suku cadang karatan, hingga mangkrak sebelum sempat beroperasi.

Ada bus dengan bodi yang bertuliskan “BKTB”, ada pula yang tertulis “metro mini bus executive”. Sebagian besar komponen bus sudah rusak dan berkarat. Hanya body dan kursi-kursinya yang masih terbilang bagus. Bus-bus itu didatangkan dari DKI Jakarta dengan cara diderek, sebagian lainnya masih bisa jalan. Selama satu tahun terakhir, kata Camat Dramaga, Adi Henriyana, jumlah bus tersebut terus bertambah yang awalnya hanya 104 menjadi 300 unit.

Fatsal pailit memang sudah terselesaikan. Tapi secara menyeluruh masih menyisakan persoalan besar. Yakni kebijakan semberono dalam hal pembelian bus-bus asal Cina tersebut. Hanya saja, karena porsi masalah ini sangat bermuatan politik, penyelesaian masalah tampaknya menunggu rezim berganti.●(dd)

Share This: