Toys ‘R’ Us Tak Jadi Tutup

TAHUN lalu mimpi buruk menghantam Toys ‘R’ Us. Toko mainan legendaris tersebut dinyatakan bangkrut dan harus menutup ratusan tokonya. Namun hanya dalam beberapa bulan setelah pailit, dengan strategi jitu Toys ‘R’ Us pun bangkit dan kembali membuka dua toko di Amerika Serikat (AS). Kebangkitan Toys ‘R’ Us itu berkat mantan eksekutif perusahaan tersebut, Richard Barry.

Barry kini menjadi CEO Tru Kids Brands, mengambil alih brand Toys ‘R’ Us awal tahun ini. Dia berencana membuka dua toko baru Toys ‘R’ Us dan akan membuka lebih banyak toko pada 2020. Sebelumnya, 700-an toko Toys ‘R’ Us di AS ditutup Juni 2018. Namun 900 toko Toys ‘R’ Us di Eropa, Asia, dan India masih beroperasi.

Persaingan ketat Toys ‘R’ Us dengan situs e-commerce menjadikan bisnis ritel harus berjuang keras di AS.  “Brand Toys ‘R’ Us masih kuat di pasar dan memiliki pelanggan yang loyal,” kata Barry. Buktinya, akun medsos Toys ‘R’ Us diikuti 9,5 juta orang.

Kebangkitan kembali Toys ‘R’ Us juga akan mendorong pertumbuhan industri mainan anak, termasuk Hasbro Inc dan Mattel Inc. Namun mereka akan bersaingan keras dengan Walmart Inc., Target Corp, dan Ama zon. com Inc. Pertanyaannya, masih maukah perusahaan mainan berbisnis dengan Toys ‘R’ Us setelah Maret 2018 mereka mengumumkan diri bangkrut?  Toys ‘R’ Us didirikan April 1948 di Wayne, New Jersey, oleh Charles Lazarus. Toys ‘R’ Us mengajukan perlindungan kebangkrutan Pasal 11, pada 18 September 2017. Pada 20 Januari 2019, Toys ‘R’ Us bangkit dari ke terpurukan melalui Tru Kids.

Share This:

You may also like...