TOMMY PRIYANTO MEMOLES IMAGE

Berkarir di bank asing kelas dunia atau cukup jadi pengurus koperasi tingkat nasional ? Ini tentu bukan pilihan sulit, terlebih bagi kalangan milenial usia 30-an yang sejak balita sudah menggenggam gadget.  Ketika pilihan itu harus diambil, maka Tommy Priyanto akhirnya memilih koperasi. Jabatan lamanya selama empat tahun menjadi Group Leader di Citibank ditinggalkannya. Apa pasal?  

“Saya mau mencari sesuatu yang baru, asuransi dan saham sudah pernah saya tekuni semasa di perbankan. Dan kini saya pilih koperasi yang saya kira tantangannya tidak kalah seru dibanding perbankan,” ujar Ketua I KSP Kodanua ini. 

Pilihan berkarir di koperasi bagi orang muda seusia Tommy yang Mei lalu berulang tahun ke 31 tentu terdengar aneh. Ia sendiri cukup mafhum bahwa aura perkoperasian umumnya dikenal sebagai area kaum tua atau kelas pensiunan. “Koperasi memang identik dengan pengelola berusia lanjut, tetapi  parameternya saya kira bukan pada person, melainkan apakah koperasi yang dipimpin cukup sukses,” sergah Tommy seraya menyebut sejumlah korporasi besar di tanah air yang dikelola kaum senior. Coba lihat tuh  Liem Sioe Liong, Ciputra dan Eka Tjipta Widyaja, walaupun sudah sangat sepuh tapi mereka tetap masih duduk sebagai decision maker hingga akhir hayatnya,” tukas suami Octania Rezie dan ayah dari Mikkairo Priya Kalandra ini.

Benarkah hanya sekadar cari pengalaman pindah karir ke koperasi? Jujur Tommy menjawab bahwa ia ingin memoles image koperasi yang acap kali mengalami pemberitaan negatif. Berbekal ilmu yang dimilikinya, alumni Magister Management Universitas Trisakti ini ingin memberikan pengalaman terbaik untuk memajukan koperasi. “Koperasi juga harus jadi pilihan karir bagi kalangan milenial, karena semakin banyak orang muda ke koperasi, makin cepat pula kita menyusul sukses koperasi-koperasi besar di mancanegara terutama Eropa dan Amerika,” pungkas Tommy.  (Irm)    

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *