Tingkatkan Produk Pengolahan Buah, Kadin Jatim Gandeng PUM Netherlands

Ilustrasi-Foto: Liputan6

SURABAYA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kembali berkolaborasi dengan lembaga non profit dari  Belanda Programma Uitzending Managers (PUM) Netherlands. Fokus kerja sama  program pengambangan produk hortikultura, utamanya produk pengolahan buah.

Ketua Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan apresiasinya atas kepercayaan dari PUM Netherlands untuk tetap bekerja sama dengan Kadin Jatim.

“Kami berharap kinerja ekonomi Jatim, utamanya di sektor pertanian akan semakin meningkat dengan adanya kolaborasi ini,” ujar La Nyalla di Surabaya, Sabtu (20/7) petang.

Kerja sama antara Kadin Jatim dengan tenaga ahli senior PUM Belanda ini berlangsung sejak lama. Pada 2018, Kadin Jatim bersama PUM Netherlands telah melakukan pendampingan peningkatan kualitas produksi apel, di daerah Malang.

Tenaga ahli PUM Netherland tersebut berasal dari berbagai pengusaha di negara-negara berkembang dengan ahli senior dari Belanda yang masing-masing telah memperoleh setidaknya 30 tahun pengalaman dalam lingkungan bisnis.

Tenaga ahli senior ini dengan sukarela mengabdikan ilmunya dalam pelaksanaan jangka pendek, proyek-proyek konsultasi yang solid di lapangan langsung.  PUM membantu pengusaha membangun pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan usaha agar bisa naik kelas.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Adik Dwi Putranto megatakan  kawasan yang dibidik daerah sekitar penghasil produk hortikultura khususnya buah-buahan.

Di antaranya daerah Kediri  yang cukup bagus pengembangannya dan terjangkau oleh daerah sekitarnya seperti Blitar, Tulungagung, Nganjuk, sebagai pemasok produksi hortikultura buah buahan, seperti buah mangga, nanas, belimbing, pisang, durian, pepaya.

“Langkah kerja sama dalam pengembangan produk pengolahan buah tersebut diharapkan bisa membantu petani maupun pengusaha untuk dapat lebih mengembangkan produk usahanya serta mampu meningkatkan kualitas produknya sesuai dengan kualitas standar ekspor agar lebih kompetitif dan bernilai ekonomis tinggi,” pungkas Adik.

Share This:

You may also like...