Tingkatkan Kemudahan Penjaminan Pembiayaan Koperasi, LPDB KUMKM-KBI Teken MoU

ilustrasi-Foto: Istimewa.

JAKARTA—Sebagai upaya membantu percepatan dan perluasan jangkauan penyaluran Dana Bergulir diperlukan kerja sama antara LPDB KUMKM dengan lembaga penjamin.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Supomo menyampaikan, hal ini dilakukan sebagai bentuk perwujudan LPDB KUMKM sebagai lembaga inklusif.

“Sebagai lemaba inklusif berarti terbuka dalam menjalin kerjasama mewujudkan Tri Sukses LPDB, yaitu: sukses penyaluran, sukses pemanfaatan dan sukses pengembalian,” ujar Supomo saat melakukan penandatanganan MoU antara LPDB KUMKM dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero) dengan tema ‘Kemitraan Strategis Ekosistem Penyaluran Dana Pembiayaan Resi Gudang’, Senin (16/11/20) di Jakarta.

“Kerja sama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemudahan dalam  memberikan akses pinjaman/pembiayaan bagi koperasi yang memiliki keterbatasan jaminan, maka LPDB KUMKM bekerjasama dengan PT KBI, agar koperasi dapat memanfaatkan Jaminan Resi Gudang dalam mengakses pinjaman pembiayaan dana bergulir,” kata Supomo dalam sambutannya.

Dengan kerja sama ini ia berharap, dapat mempercepat pemulihan daya saing koperasi dan UMKM akibat pandemi covid-19 ini.

“Mudah-mudahan dengan kerjasama LPDB-KBI ini kedepan akan memudahkan jalan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia,” harap Supomo.

Sementara Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengungkapkan, penandatanganan MoU ini ke depan dapat meningkatkan ekosistem, serta pemanfaatan dan pembiayaan dalam Sistem Resi Gudang di Indonesia.

“Harapannya, ke depan dapat meningkatkan minat petani, pemilik komoditas serta koperasi untuk memanfaatkan Resi Gudang,” ungkap Fajar Wibhiyadi. 

KBI sendiri merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Terkait Resi Gudang di Indonesia, data KBI sampai dengan Quarter III tahun 2020 menunjukkan, pertumbuhan nilai pembiayaan sebesar 36% dibandingkan dengan Quarter III 2019 (yoy).

Sampai dengan akhir September 2020, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 259, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp56.813.026.916. Untuk periode yang sama di tahun 2019, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 299, dengan nilai pembiayaan Rp41.780.047.200,-

Selain itu, apa yang dilakukan KBI kali ini, tentunya sejalan dengan perannya sebagai BUMN, yaitu sebagai akselerator ekonomi masyarakat.

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

“Kita tahu, dengan memanfaatkan Resi Gudang, masyarakat pemilik komoditas akan mampu menjaga kestabilan harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonominya,” papar Fajar.

Penandatanganan MoU kemitraan strategis yang dihadiri oleh para direksi dari kedua belah pihak ini juga diharapkan akan dapat mengoptimalkan potensi penyaluran dana  pembiayaan Resi Gudang bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *