Tia Juwita, Nuansa Baru Rotan Riau

Berangkat dengan semangat memberikan nuansa baru bagi kerajinan Riau, Tia Juwita terjun ke dunia wirausaha kerajinan rotan yang lebih kreatif dengan brand Rattatia Rattan Handmade pada November 2011 dengan modal Rp500 ribu.

“Sampel produk pertama kami adalah koper boks rotan berwarna biru muda dan merah muda,” ujar alumni Polteknik Caltex di Pekanbaru ini, seraya mengatakan ingin mengangkat Riau lewat rotan. Keluarganya sendiri memang pengguna furniture rotan.

Ternyata usahanya berkembang, Tia mampu membuat yang awalnya 30 produk menjadi 160 produk. Bekerja sama dengan 19 perajin, karyawati di sebuah perusahaan swasta mampu memasarkan produknya ke seluruh provinsi  Indonesia dan beberapa negara tetangga dengan omzet Rp150-180 juta per bulan dan waktu lebaran bisa mencapai Rp250 juta.

Tia juga sudah mempunyai  galeri sendiri dilengkapi dengan creative space yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk foto produk, sesi foto, photo dan kelas-kelas kreatif kepada masyarakat, seperti: kelas menganyam rotan, membuat kerajinan macrame (seni menjalin simpul), string art, kelas minim sampah.

“Sayangnya pandemi membuat kelas ini terpaksa dihentikan sementara, sebagai gantinya kami membuat kelas virtual dengan mendatangkan ekspert,” kata peserta Wirausaha Muda Mandiri 2020 ini.

Tia mengaku dulu bercita-cita menjadi guru, sekalipun dari dulu suka berdagang dan berbicara di publik. “Ke depan saya ingin berkolaborasi dengan banyak pihak, mempunyai jaringan dan teman pengusaha yanng lebih luas dan lebih banyak menampung barang perajin,” tutupnya.  (Irvan)

Meninggalkan zona nyaman dengan gaji besar sebagai tenaga andal di bidang IT tidak membuat Zakaria Achmad menyesal. Manajer Produksi PT Bio Teknologi Indonesia sejak 2018 justru menemukan dunianya, ketika diajak rekannya meniti usaha.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *