Terus Lebarkan Sayap Bisnis

Setelah berpuluh tahun sukses menggeluti usaha di sektor perkapalan, Koperasi Tankers kini berniat merambah bisnis toko ritel modern. Selain itu, juga membuka usaha jasa konsultan perkapalan.

Sudah satu dekade Nursatyo Argo memimpin Koperasi Karyawan (Kopkar) Tankers Pertamina Perkapalan. Selama itu pula, pengembangan bisnis terus dilakukan untuk merealisasikan tujuan koperasi yakni meningkatkan kesejahteraan anggota. Kopkar Tankers awalnya memiliki lini usaha simpan pinjam, unit pertokoan dan jasa perbaikan kapal tanker milik induk perusahaan PT Pertamina Tbk.

koptanker

Seiring perjalanan waktu, usaha koperasi semakin berkembang. Agar bisnis koperasi lebih lincah dibentuklah tiga anak perusahaan yang bergerak di bidang repair (perbaikan) kapal; service bawah air (diving); outsourcing dan pengadaan material. Ketiga perusahaan itu adalah PT Tanker Mandiri yang berdiri pada 2006, PT Perta Samudera (2006) dan PT Tanker Samudera Mandiri (2008).

Laiknya entitas bisnis yang terus berkembang, Kopkar Tankers pun terus mengembangkan usahanya. Dengan dukungan pensiunan Pertamina yang punya jam terbang tinggi didirikan perusahaan terbaru yaitu PT Samudera Perdana Maritim pada 9 Mei 2014. Perusahaan baru ini bergerak dalam bidang jasa konsultan dan jasa lainnya yang berkaitan dengan bisnis perkapalan.

Menurut Nursatyo Argo, usaha koperasi harus terus dikembangkan sesuai dengan daya dukung SDM yang tersedia. “Pengembangan usaha Kopkar Tankers akan dilakukan sesuai dengan kapasitas SDM,” ujarnya.

Di lini bisnis perkapalan, usahanya terbantu dengan kebijakan perusahaan induk yang menambah jumlah kapal tanker milik sendiri. Kini ada 64 kapal tanker milik Pertamina sendiri, dan 118 kapal dengan status sewa.

Tidak puas merajai bisnis yang berkaitan dengan maintenance kapal tanker, kini koperasi itu membidik usaha di sektor ritel. Dana investasi sudah disiapkan untuk mendukung usaha baru tersebut. Prospek bisnis yang cerah menjadi alasan akan dijalankannya bisnis toko ritel modern.

Ia dan jajaran pengurus cukup percaya diri untuk terus memacu pengembangan bisnis koperasi. Selama ini pertumbuhannya cukup positif seperti terungkap dalam RAT Tahun Buku 2014. Total aset Koperasi Tankers dan anak perusahaannya (konsolidasi) sebesar Rp 120,017 miliar, naik 10,5 persen dibanding tahun 2013 sebesar Rp 111,870 miliar.

Total penjualan sebesar Rp 44,735 miliar, naik 38 persen dari tahun 2013. Laba bersih konsolidasi sebelum pajak sebesar Rp8,792 miliar, tumbuh 9,9 persen dari tahun 2013 sebesar Rp 6,368 miliar.

Pada tahun ini, kata Argo, pertumbuhan bisnis koperasi ditargetkan sebesar 10 persen. Jumlah ini diakuinya memang lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Pengurus lebih mengutamakan fondasi yang kuat daripada mengejar angka pertumbuhan yang terlalu tinggi,” ungkap Argo yang juga menjabat Corporate Secretary PT Pertamina Tbk ini.

Kondisi ekonomi makro yang melambat menjadi salah satu alasan untuk mengerem laju pertumbuhan usaha tersebut. Selain itu, proses penataan internal yang sedang dilakukan menjadi faktor lainnya.

Selain kinerja keuangan yang tumbuh, jumlah karyawan juga ikut meningkat. Ini tidak lepas dari pengembangan usaha yang dilakukan koperasi. Pada tahun lalu, jumlah karyawan sebanyak 34 orang meningkat dari sebelumnya 31 orang. Sedangkan jumlah anggota sebanyak 1.106 orang.

Menurut Argo, untuk memberikan pelayanan optimal, pihaknya membatasi anggota hanya yang berasal dari Pertamina Shipping dan tenaga outsourcing saja. Padahal, peminat untuk menjadi anggota Tankers dari divisi lain di Pertamina jumlahnya membludak. Ini menunjukkan bahwa Koperasi Tankers sangat diminati oleh karyawan di perusahaan energi dan perminyakan pelat merah tersebut.

Koperasi Tankers juga rutin menjalankan tanggung jawab sosialnya, baik kepada anggota maupun masyarakat. Ada tiga jenis kegiatan yang dilakukan yaitu pemberian beasiswa; dana bantuan kegiatan keagamaan, uang duka, dan lain-lain; serta kegiatan umrah dan wisata rohani.

Pada tahun 2014, jumlah penerima beasiswa sebanyak 109 orang, meningkat dari tahun 2013 sebanyak 55 orang. Penerima beasiswa ini terdiri dari pelajar di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Sedangkan dana bantuan untuk kegiatan keagamaan, uang duka, dan lain-lain jumlahnya mencapai Rp 96 juta, naik dibanding tahun 2013 Rp 60 juta. Untuk kegiatan umrah dan wisata rohani telah diberangkatkan sebanyak 5 orang.

Tanggung jawab sosial yang dilakukan koperasi, kata Argo memiliki makna ganda. Selain bentuk kepedulian kepada anggota juga untuk meningkatkan kebersamaan. “Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan tanggung jawab sosial ini seiring dengan perkembangan usaha koperasi,” tuturnya.

Nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan inilah yang kental dirasakan selama 10 tahun ia memimpin Tankers. Menurutnya, ikatan moral dan sosial yang kuat di antara anggota dan pengurus menjadi bekal yang berharga untuk mencapai misi koperasi secara bersama-sama.

Dengan kinerja yang dicapainya pada tahun 2014, Koperasi Tankers sebagai salah satu koperasi besar di Indonesia meraih penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi Jenis Jasa dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Prestasi yang telah diraih, kata Argo, menjadi motivasi tambahan untuk lebih meningkatkan kinerja. Dengan begitu, kesejahteraan anggota sebagai tujuan utama berkoperasi dapat tercapai.

Ke depan, Koperasi Tankers diyakininya akan terus bertumbuh dengan semangat kebersamaan dan profesionalitas yang selama ini telah ditunjukkan.

Share This: