Terus Berbagi Di Tengah Resesi

Kopsyah BMI memiliki daya tahan luar biasa dengan tetap melakukan pembagian rumah gratis kepada anggota dan non anggota meski dhadapkan pada kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Memasuki 2021, Koperasi ini tetap optimistik dan siap meneruskan kinerja yang ciamik.

Pada saat banyak perusahaan tiarap karena dihantam pandemi Covid-19, Kopsyah Benteng Muamalah Indonesia terus menunjukkan tajinya dengan tetap melaksanakan program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH). Pembagian rumah gratis yang dilakukan oleh Koperasi dengan praktik tanggung jawab sosial terbaik di Indonesia ini ditujukan untuk anggota dan masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan kriteria dan penilaian yang dilakukan tim internal.

Sampai akhir Desember 2020, Kopsyah BMI yang dikomandani oleh Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara ini telah membagikan rumah gratis sebanyak 283 unit. Khusus 2020, rumah yang dibagikan sebanyak 43 unit. Jumlah ini masih akan terus bertambah ke depannya sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan Koperasi.

”Alhamdulillah, BMI terus membagikan rumah karena kita menjalankan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 11 Tahun 2017 pasal 19 ayat 2 menyebutkan Koperasi Syariah wajib memiliki atau mengelola bagian ZISWAF. Selain itu di Pasal 22 ayat 2 menyebutkan Ziswaf itu selain menghimpun dan juga harus menyalurkan seperti yang kita sudah lakukan,” ujar Kambara.

Selain melaksanakan Permenkop, pemberdayaan anggota melalui rumah gratis itu juga memiliki landasan teologis yang kuat.  Sesuai perintah Allah dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 261 yang artinya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”.

Surat Ali-Imran: 133-136: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal”.

Sebagai bagian dari transparansi, kata Kambara, sumber dana HRSH untuk non anggota berasal dari infaq yang terkumpul dari seluruh anggota Kopsyah BMI. Sementara, HRSH bagi anggota bersumber dari dana kebajikan (satu persen setiap pencairan pembiayaan), dimana 50 persen dari satu persen tersebut diperuntukkan untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi dipakai untuk pengembangan diri atau Capacity Building.

Selama ini, pembagian rumah gratis yang dilakukan baik untuk anggota maupun non anggota tepat sasaran karena telah melalui proses verifikasi yang ketat. Ambil contoh, profil Juhaeriyah penerima rumah gratis ke 279 dari BMI. Juhaeriyah, warga yang tinggal di Kp. Tanah Merah RT.002/002 Ds. Tanah Merah Kec. Sepatan Timur Kab. Tangerang merupakan ibu rumah tangga bersuami seorang tukang becak dengan pendapatan yang tidak menentu. Kondisi rumah sebelum direnovasi sangat tidak layak, atap rumah bocor dan dinding bilik yang sudah rusak. Begitu pula dengan kondisi penerima rumah gratis lain yang sebelumnya jauh dari kata layak huni.

Kambara menambahkan, program HRSH ini merupakan salah satu bukti konkret bahwa Kopsyah BMI senantiasa hadir untuk memberi solusi dan menebar manfaat. ”Dengan Model BMI Syariah, kami berkoperasi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, meningkatkan taraf pendidikan anggota dan anak anggota, menjaga kualitas kesehatan anggota dan keluarganya, menumbuhkan jiwa sosialnya dan meningkatkan praktik spiritualnya,” tegas Kambara, salah satu tokoh koperasi di Indonesia ini.

Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Koperasi BMI selama ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah. Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menuturkan, sebagai salah satu koperasi terbaik di Indonesia, Kopsyah BMI mampu menjadi suri tauladan bagi koperasi lain dan bagi seluruh angotanya. “Hingga kini BMI tetap istiqomah, senantiasa memberikan manfaat baik kepada anggota dan masyarakat,” ujar Zabadi.

Kopsyah BMI  juga dinilainya tumbuh dan besar bersama anggota. Ini merupakan contoh praktik berkoperasi yang benar dimana usaha koperasi mendapatkan dukungan dari anggota dan keuntungannya pun dinikmati kembali oleh anggota. Model BMI Syariah yang menjadi acuan dalam pengembangan usaha Koperasi BMI bisa direplikasi oleh koperasi lain. Apalagi buku Model BMI Syariah sudah dipublikasikan sehingga resonansinya bisa lebih menggema untuk merekonstruksi arah pergerakan koperasi di Tanah Air ke depannya.

Menatap 2021

Koperasi BMI telah melaksanakan Rapat Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) Tahun Buku 2021 di Hotel Jayakarta, Anyer, Serang, pada awal Desember lalu. Forum itu menjadi ajang evaluasi sekaligus proyeksi usaha memasuki 2021 yang dinilai sebagian pihak masih penuh ketidakpastian sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat Suhra. Hasil RK-RAPB akan dibawa dalam RAT Tahun Buku 2020.

Saat ini Koperasi BMI telah memiliki tiga pilar ekonomi syariah. Di sektor moneter yakni Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI), di sektor riil ada Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) dan pengelola Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf).

Melalui  virtual, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki memberikan selamat atas terselenggaranya RK-RAPB BMI Tahun Buku 2021. Menkop Teten mengapresiasi kinerja BMI yang tetap bertahan di tengah kondisi pandemi ini.

”Koperasi BMI adalah koperasi syariah yang tetap eksis di tengah pandemi Covid 19. Bertahan di posisi ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan. BMI telah menunjukkan konsistensi melayani anggota dengan lima instrumen Model BMI Syariah,” ujar Teten.

Kegiatan Ziswaf dan pemberdayaan ekonomi anggota BMI juga diapresiasi Menkop UKM. Selain itu, digitalisasi Koperasi BMI telah berhasil meningkatkan pelayanan dan kebutuhan anggota secara transparan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.  

”Transformasi digital perlu mendapat dukungan dari segala pihak. Besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia merupakan kesempatan besar yang bisa digerakkan koperasi maupun UKM. Melalui momentum ini, kita harus memliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi digitalisasi sebagai instrumen yang mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dan meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat kepada koperasi,” ungkap Teten.  

Dalam forum tersebut, Kambara menuturkan Model BMI Syariah yang dikembangkan telah teruji dalam segala situasi dan kondisi. Di tengah resesi ekonomi, kinerja Kopsyah BMI sepanjang 2020 (sampai November) tetap stabil. ”Ada hal yang luar biasa yakni, kenaikan piutang meski pandemi sekalipun. Piutangnya naik 8,7 persen, dari Rp431 miliar menjadi Rp468 miliar. Kami juga tidak melakukan PHK satu orang karyawan pun,” tegas Kambara.

Per November 2020, total aset tercatat sebesar Rp677 miliar, tumbuh 12,2 persen dari Desember 2019 sebesar Rp603 miliar. Dari jumlah aset tersebut, sebanyak 80 persen adalah uang anggota, dengan tingkat pengembalian mencapai 93 persen.  Sementara, penyaluran pembiayaan turun sebesar 22 persen dari sebelumnya  Rp840 miliar pada Desember 2019 menjadi Rp652 miliar. Simpanan turun tipis sebesar 1,9 persen dari Rp253,5 miliar menjadi Rp248,5 miliar.

Berkat kiprahnya selama ini, kepercayaan masyarakat terhadap Kopsyah BMI terus bertumbuh. Ini dibuktikan dari kenaikan jumlah anggota dari 162.763 orang menjadi 177.583 orang. Begitu pula jumlah karyawan yang meningkat dari 761 menjadi 873 orang karyawan. Kantor cabang juga mengalami kenaikan dari tahun lalu 45 cabang kini bertambah 20 menjadi 65 cabang. Peningkatan ini menandakan bahwa Kopsyah BMI tetap ekspansif dan optimistik.

Memasuki 2021, Kopsyah BMI telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha koperasi. Sebanyak 20 kantor cabang baru Kopsyah BMI ditargetkan untuk terus meningkatkan jumlah anggota. Selain itu, Kopsyah BMI berencana tidak membuka cabang baru dan lebih berfokus untuk semakin meningkatkan kualitas layanan di kantor cabang eksisting. “Pada 2021, kami menargetkan pertumbuhan Kopsyah BMI maksimal sebesar 10 persen,” ungkap Kambara, peraih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI ini.  

Dalam kesempatan tersebut, Kambara juga memotivasi jajarannya untuk mengikuti jejak Bung Hatta yakni membangun kembali semangat Koperasi Indonesia yang dilandasi dengan semangat kekeluargaan dan rasa kolektif yang kuat untuk kepentingan semua. Selain itu, ia mendorong agar jajaran manajer terus menggenjot kompetensi untuk lebih meningkatkan kualitas layanan kepada anggota.  

Dengan tangan dingin Kambara, Koperasi BMI telah menjelma menjadi salah satu koperasi besar di Indonesia dengan segudang prestasi. Konsistensi dalam penerapan prinsip syariah dan tata kelola koperasi yang baik menjadi kunci keberhasilan yang telah teruji di semua medan, baik kondisi normal maupun resesi seperti sekarang. (Dja).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *