Terinspirasi dari Anak, Redia Sukses Wirausaha Ayam Goreng Organik

Redia Frisna Rista (hijab putih dalam pembukaan sebuah gerainya-Foto: Dokumentasi pribadi.

JAKARTA—-Terinspirasi dari anaknya kerap menderita  alergi kulit karena mengkonsumsi ayam goreng tepung dari sebuah resto cepat saji,  Redia Frisna Rista  justru berwirausaha mendirikan wirausaha serupa.  Penyebab alergi anaknya ternyata antibotika dan obat hormon yang diberikan pada ayam untuk menggemukan.  Redia menjadikan ayam organik sebagai bahan bakunya.

“Suami saya kemudian terlebih dahulu mendirikan peternakan ayam secara organik di Kabupaten Purwakarta sejak 2010.  Pakan untuk ayamnya dibuat sendiri. Dengan demikian keberadaan resto ayam goreng nanti menjadi penyerapan pasar dari peternakan ayam dengan kapasitas 4000 ekor ayam, kemudian berkembang menjadi 60 ribu ekor,” tutur Redia, kepada Peluang, Kamis (20/9/2018).

Pakan alami mulai dari jagung, dedak, tepung ikan,lidah buaya dan bermacam bahan lainnya. Peternakan ayam itu juga menggunakan herbal dan madu untuk daya tahan ayam agar tidak terkena penyakit.  Tantangan lain dari peternakan ayam organik adalah durasi ternak. Bila non organic 21-24 hari, maka yang dikelola secara organik sekitar 45 hari.

Modal awalnya tabungan kerjanya di PT Freeport selama beberapa tahun.  Besar modal untuk mendirikan resto ayam dengan brand O’Chicken (singkatan Organic Chicken), sekitar Rp200 juta. Pada 13 Oktober 2014 Redia mendirikan gerai pertama di kawasan Condet, Jakarta Timur dengan produksi per hari 40 hingga 50 ekor.

Dengan  tersedianya bahan baku di hulu, maka Redia bisa mengembangkan bisnisnya.  Cabang kedua dibuka di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kemudian dia mengembangkan konsep kemitraan, di mana partner bisnisnya membeli paket usaha, antara Rp210 hingga Rp250 juta termasuk peralatan, resep, pelatihan dan pendampingan.

Ternyata peminatnya cukup banyak. Hingga  September 2018 ini O’Chicken sudah tersebar tidak saja di DKI Jakarta, tetapi juga Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Barat.  Total 128 gerai O’Chicken dengan konsep mini resto hingga resto.

“Setiap gerai dapat memperoleh omzet Rp8 hingga Rp13 juta untuk week-day dan Rp21 juta waktu week-end. Segmen kami adalah keluarga. Dari jumlah itu 20 persen adalah margin, sisanya untuk produksi,” tutur Redia.

O’Chicken menawarkan paket ayam goreng, dengan nasi, minuman teh manis tanpa pengawet, hingga pudding susu dalam paket penjualan di setiap gerai, dengan harga mulai dari Rp15 ribu.

Redia Frisna Rista-Foto: Irvan Sjafari

Ke depannya, Redia berencana mencetak 10 wirausahawan baru sebagai mitranya. Dia juga berharap bisa membuat resto untuk tenpat selfie

“Setiap pengusaha harus punya mimpi untuk naik kelas,”tutupnya (Irvan Sjafari).

 

 

Share This: