Tekan Efisiensi, KSP Bakti Huria Gelar RAT Elektronik

MAKASSAR—-Pengelolaan bisnis sejumlah koperasi simpan pinjam di tanah air, kini sudah makin melek dengan pemanfaatan teknologi digital. Para pelaku koperasi tak ingin jadi penonton dari lajunya pertumbuhan industri 4.0

Pemanfaatan teknologi berbasis digital makin gencar merambah bisnis perkoperasian.  Pemanfaatan aplikasi berbasis android maupun penggunaan mesin electronic data capture (ADC) boleh dibilang tidak asing lagi dan sudah jadi bagian dari transaksi pembayaran di koperasi. Bahkan sejumlah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) juga memanfaatkan penggunaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). 

Terkini adalah  Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bakti Huria  yang Sabtu (27/4/2019)  lalu di Makassar Sulawesi Selatan

menggelar Sosialisasi Hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara elektronik.  KSP terbesar di Kota Makassar ini  adalah yang kedua menggelar RAT elektronik setelah sebelumnya sukses diselenggarakan oleh KSP Sejahtera Bersama Bogor Jawa Barat. 

Selain tuntutan pasar yang terus bergeser ke arah sistem digital,  RAT secara elektronik kata Ketua KSP Bakti Huria Andi Amri dapat menekan tingkat efisiensi biaya yang cukup signifikan.

“Sebelumnya, kami harus mengundang tidak kurang 600 orang  anggota untuk hadir secara fisik di setiap RAT.  Jarak dan tempat tinggal anggota yang relatif jauh menyebabkan pengeluaran biaya cukup besar. Dengan RAT Elektronik, anggota cukup menyimak maupun  mengoreksi kinerja koperasi melalui komputer atau HP mereka masing-masing sehingga RAT sistem online  ini cukup dihadiri sejumlah perwakilan saja,” ujar Andi Amri saat menyampaikan sambutannya. 

Di luar dugaan, penerapan RAT model online tersebut mendapat respon positif dari anggota. Hal itu terlihat dari tingginya tingkatpartisipasi anggota. 

“Dari 2.501 jumlah anggota KSP Bakti Huria sebanyak 1.905 atau 79 persen di antaranya telah loggin dalam aplikas RAT Online,” tuturnya.

RAT ke 16 yang berlangsung di  Swissbell-Hotel  Makassar itu dihadiri sekitar 300 anggota yang dipilih mewakili anggota lainnya yang berasal dari  21 cabang yang tersebar di kabupaten dan kota di Provinsi Sulsel.

Selain menghadiri sosialisasi RAT elektronik, kehadiran anggota merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti guna membahas kinerja KSP Bakti Huria pada 2018. 

Kendati didera oleh kondisi perekonomian nasional yang kurang kondusif, namun kinerja KSP Huria Bakti kata Andi Amri tumbuh positif.  

“Kami masih bisa membukukan laba 4,24%  atau setara Rp505,472 juta.  Hal ini tidak lepas dari   strategi koperasi yang berjalan baik dengan fokus pada perbaikan rasio kecukupan modal, kualitas kredit dan efesiensi biaya,” tuturnya. 

Sepanjang 2018, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio Bakti Huria  meningkat 1,36% menjadi 15,21%  dibanding 2017 sebesar 13,85%.

Koperasi yang membukukan aset Rp62,5 miliar ini sepanjang 2018  telah menyalurkan pinjaman total sebesar Rp61,5 miliar untuk 2.501 anggotanya. Salah satu program pembiayaannya adalah Mikro Kredit Sanitasi bagi masyarakat yang belum memiliki sanitasi layak. Andi menegaskan, terobosan RAT sistem elektronik  yang mereka gelar  merupakan wujud keseriusan KSP Bakti Huria menuju era industri digital 4.0 (Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...