Target Bisnis Pelancongan 20 juta Wisman

Tahun 2015 akan menjadi penanda dimulainya pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) oleh pemerintah. Pemerintahan Jokowi-JK memang bertekad untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tumpuan perekonomian sehingga upaya menjaring 20 juta wisman dalam lima tahun ke depan bakal dipacu dengan banyak cara.

Peluang ini menjadi janji yang cerah bagi siapapun yang ingin terjun ke dalam bisnis pelancongan. Sebab janji pemerintah untuk memberikan insentif dan kemudahan di bidang pariwisata jelas akan banyak diberikan. Siapapun yang memberikan sumbangsih untuk bisa mendatangkan lebih banyak wisman pastilah dapat kemudahan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sebelumnya menargetkan mampu mendatangkan 10 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2015. Namun untuk mencapai angka itu perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk para pebisnis pemula di bidang pariwisata yang kini mulai marak.

Menurut Arief Yahya, kondisi pariwisata Indonesia pada 2014 cukup cerah, untuk itu pihaknya menetapkan tahun 2015 yakni jumlah kunjungan wisman sebesar 10 juta atau tumbuh sekitar 7-8 persen. Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 254 juta,  perolehan devisa sebesar 12,05 miliar dolar AS dan pengeluaran wisnus Rp201,5 triliun, serta jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 11,3 juta orang.

“Capaian pariwisata 2014 menjadi pijakan dalam menetapkan target 2019 yang besarnya dua kali kipat,” katanya.

Secara makro target 2019 kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8 persen, devisa yang dihasilkan sebesar Rp240 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja. Selain itu target kunjungan wisman meningkat menjadi 20 juta wisman dan wisnus naik menjadi 275 juta, serta daya saing pariwisata Indonesia akan meningkat berada di ranking 30 besar dunia. Capaian angka sementara jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tahun 2014 sebesar 9,3 juta wisman.      Sedangkan jumlah  perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2014 sebanyak 251 juta perjalanan.

Capaian pariwisata di bidang ekonomi pada tahun 2014 antara lain; kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 4,01 persen;  devisa yang dihasilkan oleh pariwisata sebesar 10,69 miliar dolar AS, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 10,3 juta orang, dan daya saing pariwisata Indonesia tahun 2013 berada di ranking 70 dunia menurut World Economic Forum (WEF).

semarang

Nature, Culture, Manmade

Untuk mencapai target 20 juta wisman pada 2019 berbagai upaya memang harus dilakukan di antaranya perbaikan infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology ), health and hygiene dan aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi.

Namun pada dasarnya kekuatan pariwisata Indonesia pada tiga unsur yakni nature, culture, dan manmade. Ketiga unsur ini masing-masing bisa dikembangkan sebagai produk wisata andalan secara proporsional.

Untuk  nature misalnya, potensinya sebesar 60 persen dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan, sedangkan culture potensinya sebesar 35 persen dikembangkan sebagai wisata heritage dan religi; wisata kuliner dan belanja; dan wisata kota dan desa.

Untuk manmade potensinya sebesar 5 persen dikembangkan sebagai wisata MICE dan Event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpatu (integreted resort).

Pemerintah sendiri menerapkan beragam strategi untuk menjaring lebih banyak wisman ke Indonesia sekaligus memobilisasi pergerakan wisnus di antaranya melalui penerapan e-office di lingkungan pemerintah; pencanangan pembangunan zona integritas; pelaksanaan revisi RKK/L; dan pekan wisata kuliner tradisional nusantara; peluncuran CAIT (Clearance Approval for Indonesia Territory) secara on line.

Pemerintah juga menginisiasi kebijakan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) bagi 5 negara (Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Rusia); launching branding Wonderful of Indonesia; peluncuran e-tourism; penghargaan para blogger pariwisata (Travel Blogger Award); serta soft launching gerakan akselerasi tenaga kerja dalam menghadapi MEA 2015. Selain itu juga melakukan groundbreaking gedung pertunjukan dan pelaksanaan Festival Film Indonesia (FFI) 2014, anugerah kriya kreatif daur ulang, penyelenggaraan Indonesia fashion foward (IFF), serta program buku digital maupun penguatan situs Indonesiakreatif.Net sebagai sarana komunikasi orang-orang kreatif Indonesia.

Pemerintah juga memberikan kemudahan perizinan masuknya  kapal layar (yacht) ke perairan Indonesia dalam upaya mendorong masuknya para yachter internasional yang menjadi bagian penting dari pengembangan wisata bahari (marine tourism) di tanah air.

Upaya lain adalah melakukan promosi secara efektif dengan menggunakan jalur digital atau on-line antara lain melalui kegiatan;  mobile apps, digital campaign, interactive campaign, dan viral marketing  (facebook, twitter, youtube, dan blog).

Selain juga menggunakan jalur konvensional atau off-line antara lain dengan memasang advertisement di majalah tematik dan lifestyle mags, media placement di titik-titik strategis, mengikuti consumer shows (B2C), consumer promotions, maupun melakukan sales missions, road show, dan famtrips dengan mengundang para tour operator dan penulis pariwisata dari negara-negara yang menjadi sumber wisman.

Pemerintah berupaya memperkuat branding pariwisata Indonesia untuk mempresentasikan daya tarik keindahan alam (nature),  keanekaragaman budaya dan keramahtamahan masyarakat Indonesia (culture) maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya yang dikembangkan oleh orang kreatif Indonesia (manmade).

Untuk ini belum lama ini dilakukan re-launching branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang nantinya digunakan untuk kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata di luar maupun di dalam negeri. Branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai country branding mulai 2015 wajib digunakan, sedangkan destination branding di masing-masing destinasi bersama-sama menggunakan branding “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.

Share This:

You may also like...