Tambah Alokasi Dana Desa

Kabupaten Purbalingga memacu pengembangan desa dengan menaikkan alokasi dana desa. Cara ini dinilai efektif untuk mencegah terjadinya arus urbanisasi. Ke depan, dana desa tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten saja, tetapi juga Provinsi.

Untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Purbalingga, Pemkab menambah kucuran alokasi dana desa (ADD).  Hal itu telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Dengan penambahan dana untuk desa, diharapkan masyarakat dapat menikmati hasil-hasil pembangunan tanpa perlu migrasi ke kota.

Pada 2011, dana ADD hanya Rp 22,9 miliar kemudian menjadi Rp 28,5 miliar pada 2012. Pada tahun ini total ADD masih sama seperti yang lalu. Ada yang bertambah, namun dipastikan tak ada yang berkurang.

Porsi dana untuk pembangunan desa ke depan tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten saja, tetapi juga berasal dari APBD Provinsi. Saat ini, dana dari APBD Provinsi baru dalam kisaran Rp 5 juta-an. Sementara provinsi lainnya sudah ada yang Rp 25 juta.

Provinsi Jawa Tengah sebenarnya bisa sampai Rp 50 – 60 juta. Syaratnya ada sinergi dengan 35 kabupaten/kota dan pajabat di Pemprov tidak hidup bermewah – mewah. Apabila birokrasi di tingkat provinsi lebih berhemat, tentunya akan lebih banyak dana untuk pemberdayaan masyarakat desa dan perbaikan infrastruktur jalan yang kini kodisinya memprihatinkan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Purbalingga, R Imam Wahyudi SH MSi menuturkan, besaran ADD setiap desa berbeda tergantung dari pembobotan desa yang dihitung dengan rumus dan variabel tertentu yang telah ditentukan dalam Perda ADD nomor 12 tahun 2012. “Total ADD sebesar Rp 28,5 miliar untuk 224 desa se-kabupaten Purbalingga,” jelasnya

Selama ini, pembangunan di Purbalingga berjalan dengan baik. Salah satu indikatornya adalah beragam prestasi yang diraih. Seperti pada tahun lalu, Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan anugerah Adipura untuk kategori kota kecil. Penghargaan Adipura ini merupakan penghargaan Adipura keempat sejak tahun 2009.

asubag Analisis dan Kemitraan Media pada Bagian Humas Setda Purbalingga Ir Prayitno, M.Si menyatakan, selain Purbalingga, di Jawa Tengah, wilayah yang meraih Adipura antara lain Kabupaten Temanggung, Boyolali, Slawi (Kabuaten Tegal), Pati, Grobogan, dan Kabupaten Wonosobo.

Dikatakan Prayitno, Anugerah Adipura merupakan implementasi Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang secara konsisten terus dilakukan dengan berbagai upaya ke seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian berbagai lapisan masyarakat. Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah memberikan penilaian kebersihan dan keteduhan kota melalui Program Adipura di sejumlah kota sejak bulan Oktober tahun 2011 lalu, termasuk di Purbalingga. “Program Adipura memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan yang lebih bersih, teduh dan nyaman,” tambah Prayitno.

Selain meriah Adipura,  Purbalingga juga mendapat penghargaan Travel Club Tourism Award (TCTA) yang diselenggarakan oleh majalah Travel Club bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Universitas Sahid Jakarta.  Kabupaten Purbalingga meraih predikat 2nd Runner Up in Achievement. Bupati Purbalingga saat itu, Heru Sudjatmoko menerima langsung penghargaan tersebut.

Kategori Achievement merupakan penghargaan bagi pemerintah daerah yang optimal berupaya mencapai target organisasi, pencapaian yang sesuai dengan rencana yang ada. Seperti target jumlah wisatawan, anggaran dan aspek lainnya.

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Firmansyah Rahim, mengatakan, pariwisata berkontribusi besar  terhadap perekonomian Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan dan pemasukan devisa. Pemasukan tahun lalu dari wisatawan Nusantara sebesar Rp 153 trilyun dari 263 juta perjalanan wisata dan 8,5 juta dollar AS dari 7, 625 kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2011.

Ada tiga kategori penghargaan masing-masing The Best Achievement, The Best Improved dan The Best Performance.   The Best Performance adalah penghargaan bagi pemerintah daerah yang yang memiliki kinerja organisasi yang terbaik, meliputi aspek manajemen, SDM Keuangan dan program kerja. The Best Achievement adalah penghargaan bagi pemerintah daerah yang optimal berupaya mencapai target organisasi, pencapaian yang sesuai dengan rencana yang ada. Seperti target jumlah wisatawan, anggaran dan lain –lain. Untuk The Best Improved adalah penghargaan untuk pemerintah daerah yang konsisten dan memiliki perhatian penuh terhadap perkembangan pariwisata di daerahnya.  Seperti peningkatan  jumlah wisatawan, peningkatan anggaran, penngkatan jumlah pelaku usaha dan sarana wisata dan lain sebagainya. (Kurniawan).

Share This:

You may also like...