Tagihan Belum Dibayar, Cashflow RS ‘Sekarat’

PASIEN positif covid-19 terus bertambah. Per 30 Mei, kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 25.216 orang, pasien sembuh 6.492 orang, meninggal 1.520 orang. Namun, rumah sakit (RS) yang merupakan garda terdepan penanganan pasien Covid-19 saat ini justru sedang mengalami kesulitan. Mereka mengakui kesulitan beroperasi karena minimnya dana yang dimiliki saat ini.

Dewasa ini, banyak RS swasta yang mengalami gangguan arus kas atau cashflow. “Pasalnya, pemerintah belum juga membayar klaim yang diajukan pihak rumah sakit,” ujar Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Susi Setiawaty. Padahal, rumah sakit sudah mengajukan klaim melalui Kementerian Kesehatan, dan diverifikasi oleh BPJS Kesehatan.

Kunjungan pasien ke RS turun lebih dari 60%, kata Sekretaris Jenderal ARSSI, drg. Iing Ichsan Hanafi. Penyebabnya, imbauan pemerintah agar masyarakat tidak ke rumah sakit apabila tidak terlalu darurat. Tercatat sudah lebih dari 90 RS mengajukan klaim kepada Kementerian Kesehatan, tapi pemerintah baru mengirimkan uang mukanya (down payment/DP) sebesar 50%.

Bila pemerintah tak kunjung membayar tunggakan, bisa saja  terjadi pengurangan tenaga medis, terutama yang masih berstatus kontrak. Ichsan tidak tahu persis berapa jumlah pasien positif Covid-19 yang ditangani oleh RS swasta di Indonesia. Di RS tempat dia bekerja, saat ini terdapat 20% pasien positif Covid-19 yang dirawat dengan status PDP.

Cashflow RS sangat terganggu, apalagi berkaitan dengan pembayaran THR. Kalau tidak cepat terbantu dari pembayaran Covid-19, ya sangat berat untuk operasional RS Swasta. Dalam dua bulan belum ada pengurangan karyawan, tapi memang mulai ada penghmatan di sana-sini. Khususnya terkait karyawan kontrak, ini mungkin bisa saja terjadi itu,” tutur Ichsan Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sempat mengatakan, sampai dengan 6 Mei 2020, 95 RS telah mengajukan biaya klaim dengan total Rp64,15 miliar. Pihak Kementerian Kesehatan baru membayarkan 50% melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dit. Yankes) kepada 82 RS. Nilai total pembayaran Rp21.97 miliar, sesuai dengan KepMenkes No HK.01.07/Menkes/238/2020 tentang petunjuk teknis klaim biaya RS,” ujar Sri Mulyani.●

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *