Sudah berapa unit koperasi abal-abal dibubarkan?

Pernyataan tegas Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga bulan lalu patut kita catat, bahwa beliau akan membekukan bahkan membubarkan koperasi non aktif yang hingga akhir Februari 2015 ini tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pembubaran koperasi ‘abal-abal’ itu juga sangat mulia yaitu karena pemerintah ingin mengejar kualitas perkoperasian, bukannya kuantitas, agar anggota koperasi benar-benar sejahtera.
Sebagai orang baru di lingkungan perkoperasian, pernyataan itu sangat menggembirakan karena sudah sejak lama citra koperasi di Indonesia dinodai oleh sejumlah koperasi yang memang hanya politis, atau sekadar mencari dana hibah pemerintah. Di masa lalu, koperasi-koperasi yang hanya membonceng dan mengintip dana hibah itu disebut Koperasi Merpati, hanya muncul ketika ada makanan, dan segera terbang lagi ketika makanan sudah habis.
Jika Menkop Puspayoga memang berani membuktikan janjinya, maka dua atau tiga bulan ke depan kita akan mendengar pengumuman pemerintah tentang sejumlah koperasi yang dibekukan dan bahkan dibubarkan. Saya percaya bakal banyak koperasi yang bakal bubar, karena untuk mencari data koperasi abal-abal, alias tidak punya anggota, tidak pernah RAT, tidak punya kantor, bahkan tidak punya pengurus bisa dicari di kantor Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Di kantor organisasi koperasi tertinggi ini tercantum semua jenis dan jumlah koperasi di tanah air. Dan, Menkop Puspayoga tinggal memetik datanya saja. Kita harapkan pernyataan keras bulan lalu itu, bukan sekadar pernyataan politis.
Anton Moelyono
Kemayoran Jakarta Pusat

Share This: