Subhan Harie, Wirausaha  Itu Harus Jadi “Mindset”

Subhan Harie-Foto; Dokumentasi Pribadi-Faebook.

JAKARTA—-Cari Ilmu karena itu  obat penyembuh masa depan. Berusaha berikan yang terbaik, karena  keputusan yang diambil akan berdampak terhadap apa yang kita pilih. Ungkapan itu tertera pada akun instagram milik penggagas sekaligus Ketua Komunitas Wirausaha Pemula Subhan Harie.

“Menjadi wirausaha itu seharusnya  jadi mindset bagi mereka yang menempuh  pendidikan hingga tingkat magister sekalipun,” ucap pria kelahiran 16 November 1984 ketika dihubungi Peluang, Kamis(4/4/19).

Alumni Jurusan Biologi  Universitas Indraprasta, Bogor, merintis usaha dengan mendirikan Bimbangan Belajar  (Bimbel) Laskar Ilmu sejak masih kuliah. Bimbel itu mencakup TK hingga SMA bahkan juga memberikan pelajaran privat renang.

“Kami  menggunakan bagi hasil dengan pengajar. Pendapatan dari murid yang diajar dibagi dua bersama,” ujar  pria yang karib disapa Harie ini.

Dari murid-murid Bimbelnya itu rupanya ada yang tertarik belajar wirausaha dan itu difasilitasi oleh Harie. Mulanya secara informal, namun akhrinya pada 17 Agustus 2018, dia menggagas berdirinya Komunitas Wirausaha Pemula.  Ternyata bukan murid-muridnya saja, tetapi para orangtuanya berminat.

Kegiatannya pelatihan setiap bulan dengan menggunakan daring, termasuk tatap muka dengan cara telenonference.  Yang dibicarakan mengenai seluk beluk wiruasaha.

Hingga akhir Maret lalu anggotanya mencapai sekitar 150 dengan berbagai bidang wirausaha, mulai dari busana, makanan bahkan kedokteran.

“Ada juga yang punya usaha pakan hewan,” ungkap pria yang pernah menjadi  narasumber Revolusi Industri Pendidikan 4.0. Dengan Pembelajaran Jarak Jauh.

Anggota Komunitas Wirausaha Pemula ini selain ebrdiskusi mengikuti berbagai pelatihan, di antaranya budi daya jamur tiram.

Di luar usahanya mengelola Bimbel, Harie sendiri  memang mengembangkan budi daya jamur tiram, masih untuk kebutuhan sendiri di rumahnya di kawasan Cijantung.  Produksinya masih kecil yaitu 10 kilogram setiap dua atau tiga bulan.

Suasana pelatihan budi daya jamur tiram -Foto:Dokumentasi pribadi.

“Belum berpikir untuk komersil, sekalipun prospeknya bagus. Di pasaran sekilo jamur tiram bisa laku Rp25 ribu per kilogram,” pungkas Harie (Irvan Sjafari).

 

Share This:

Next Post

Dengan Bakso Buntel Iga, Soni Sopian Tampil Beda

Kam Apr 4 , 2019
CIMAHI—–Bosan jadi pegawai kantoran, banting stir jadi wirausahawan adalah hal yang kerap terjadi bagi orang yang punya spirit entrepreneur. Itulah juga yang terjadi pada Soni Sopian (40 tahun), mantan pegawai sebuah perusahaan leasing akhirnya membuka usaha kuliner  bakso. Agar tampil beda, pria kelahian 1978  membuka kedai di Jalan Pesantren Cibabat, […]