Studi Banding ke KSP Sejahtera Bersama

Ketua Pengawas Koperasi Sim- pan Pinjam Sejahtera Bersama
(KSP SB) Iwan Setiawan buka kartu bahwa di balik sukses menjalankan koperasi yang dipimpinnya itu, per- nah dimulai dengan melakukan studi banding dan belajar ke KSP Kodanua di Jelambar Jakarta Barat.
“Gak enak juga nih, 10 tahun lalu kami pernah berkunjung ke Kodanua untuk belajar bagaimana cara kope- rasi itu berbisnis, kini kami mendapat kehormatan dikunjungi oleh koperasi senior,” ujarnya saat menerima kun- jungan KSP Kodanua., 22 Septem- ber 2014. Rombongan berjumlah
40 orang yang terdiri para pimpinan cabang KSP Kodanua dari berbagai daerah itu dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus KSP Kodanua HR

Soepriyono.
Pujian itu segera dibalas oleh Soepriyono bahwa menurutnya kop- erasi maju itu tidak ditakar dari soal usia. “Kalau koperasi mampu mem- bangun usaha dengan baik dan men- jadi kepercayaan masyarakat, maka kami wajib belajar dengan koperasi tersebut,” ujarnya.
Menurut Soepriyono capaian KSP SB yang mampu menghimpun aset triliunan rupiah dalam 10 tahun itu sungguh sangat luar biasa. “Saya harus mengakui keunggulan Pak Iwan Setiawan dalam menjaring ang- gota sehingga asetnya tumbuh luar biasa, sementara Kodanua yang su- dah berkiprah selama 37 tahun ma- sih belum mampu mengantongi aset besar,” ujarnya merendah.

Praduga Tak Layak
Dalam kunjungan studi banding itu kedua belah pihak saling berbagi pengalamannya dalam melayani anggota. Dialog antar keduanya mengalir lancar dalam forum tanya jawab yang penuh keakraban. Baik KSP SB maupun Kodanua tampak- nya punya rumus yang sama dalam melempar pinjaman dana kepada anggota, bahwa keduanya sama- sama erat memegang prinsip keha- ti-hatian. “Jika di ranah hukum ada istilah Presumption of Innocence (pra- duga tidak bersalah) maka di ranah kredit ada isitilah Praduga tak layak. Ini bukan berarti kita ingin berangkat dari curiga, tertapi agar kredit yang kita cairkan memang tepat sasaran,” ujar Iwan Setiawan.

Share This: