Skema Fantastik Carlo Ponzi

Dalam pemikiran politik, Italia punya tokoh klasik Niccolo Machiavelli. Di ranah bisnis, nama Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi tak kalah. Keduanya sama-sama menampilkan sisi kemungkinan yang ekstrem.

            carlo fonzi

Kisah-kisah investor berantai sebenarnya sudah muncul sekitar tahun 1844, melalui tulisan Charles Dickens. Adalah Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi (1882–1949), imigran Italia, yang berhasil menerapkan skema tersebut pada tahun 1903. Skema inilah yang dianggap cikal bakal kasus penipuan berkedok investasi bodong. Kreasi ‘terobosan’ tersebut belakangan populer dikenal dengan sebutan Skema Ponzi (Ponzi scheme).

Charles Ponzi mukim di Boston, AS. Ia terkenal berkat penawaran investasi berupa transaksi spekulasi perangko AS terhadap perangko asing di era 1919-1920. Ponzi mendirikan ‘The Security Exchange Company” pada 26 Desember 1919. Investasi ini menjanjikan balas jasa 40% dalam 90 hari. Padahal, kala itu bunga bank hanya 5% per tahun. Tidak sampai setahun, sekitar 40.000 orang mempercayakan sekitar US$15 juta (nilai sekarang US$140 juta/Rp1,82 triliun) ke perusahaannya.

Bagaimana cara menyedot ribuan investor dan miliaran/triliunan dana nasabah? Kuncinya terletak pada kiat meyakinkan investor untuk mencari investor baru, di samping menahan dana nasabah selama mungkin. Jadi, mirip dengan pola bisnis multi-level-marketing (MLM). Janji keuntungan yang terkesan too good to be true biasanya ditutupi dengan teknik persuasi yang sangat meyakinkan.

Skema Ponzi i biasanya dapat berlangsung dalam dua kondisi: atau adanya tingkat kepercayaan yang tinggi pada dunia investasi dan keuangan, atau kurangnya edukasi kepada para investor mengenai kehati-hatian terhadap peluang investasi yang ditawarkan. Kondisi yang pertama relevan bagi kalangan masyarakat-bangsa yang melek investasi. Sedangkan kondisi kedua cenderung mewabah di masyarakat dunia ketiga yang gampang tergiur iming-iming hasil fantastis dengan cara tak logis.

Skenario tumbuh kembang anggota jejaring memang fantastis, jika mengamini skema Charles Ponzi. Bermula dengan 6 orang pada level pertama, menjadi 36 pada strata kedua, menjadi 216 pada lapis ketiga, menjadi 1.296 pada level keempat, lalu 7.776 (level 5), 46.656 (level 6), 279.936 (level 7), 1.679.616 (level 8), 10.077 (level 9), 60.466 (level 10), 362.797.056 (level 11, angka ini telah melampaui jumlah penduduk Amerika Serikat), 2.176.782.336 (level 12), dan 13.060.694.016 (level 13, angka ini bahkan telah melampaui p0pulasi manusia sejagad).

Hakikat investasi adalah komitmen dana dan waktu saat ini untuk memperoleh keuntungan (return) di kemudian hari. Investasi bukan barang gratisan dan instan. Aktivitas ini perlu pengorbanan, kejujuran, kesabaran, disiplin dan rasionalitas. Teori paling dasar dalam investasi mengatakan, return adalah imbalan plus motivator bagi investor. Semakin tinggi tingkat keuntungan, semakin tinggi daya tarik investasi. Jangan lupa, return tinggi umumnya dibarengi risiko yang tinggi pula.

Medio Agustus 1920, kesimpulan audit pemerintah atas usaha Ponzi: ia sudah bangkrut. Total aset yang dimilikinya sekitar US$ 1,6 juta, jauh di bawah nilai utangnya kepada investor. Dan Ponzi menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.●(dd)

Share This:

You may also like...