Sistem Mandiri Error, Nasabah Kaget

Jika saldo nasabah tak kunjung kembali? “Kami banyak jalur untuk (melayani) itu, bisa (menghubungi) melalui customer care, Instagram, email, atau call center kami, atau (datang) ke kantor cabang Bank Mandiri, silakan,” kata Rohan Hajas.

ERORNYA sistem Bank Mandiri Sabtu 22/7 berdampak pada nasabah. Ada yang saldo rekeningnya menjadi nol, tapi ada juga yang saldonya bertambah. Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, mengakui bahwa sedang terjadi error system akibat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan.

Error system terjadi pada data saldo 10 persen nasabah Bank Mandiri mengalami perubahan pada saldo rekeningnya. Sebenarnya, pemindahan dari core system ke back-up system merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di akhir hari atau, setelah proses tutup buku. Naas, pada Sabtu pagi proses tersebut justru eror.

Menyusul kasus eror itu, PT Bank Mandiri Tbk  lalu memblokir 2.670 rekening nasabah dari total 1,5 juta atau 10 persen nasabah yang mengalami gangguan,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas. Kontan saja, banyak warganet yang mengaku nasabah bank pelat merah itu kaget dan kebingungan. Di jagat media sosial Twitter pun tagar #MandiriError menjadi trending.

Bagaimana bila saldo tidak kembali setelah batas waktu pemulihan yang dijanjikan Bank Mandiri? Rohan menyebutkan ada sejumlah hal yang perlu diakukan oleh nasabah bila saldonya tak kunjung kembali. “Kami banyak jalur untuk (melayani) itu, bisa (menghubungi) melalui customer care, Instagram, email, atau call center kami,” ujarnya. “Atau (datang) ke kantor cabang Bank Mandiri, silakan. Kami sudah siap melayani,” kata dia.

Terjadinya sistem error di Bank Mandiri ternyata tidak hanya berdampak kepada perubahan saldo rekening nasabahnya. Gangguan itu, menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, juga berdampak kepada sistem top up e-money Bank Mandiri. “Untuk top up e-money itu iya berdampak terhadap sebagain nasabah yang 10 persen tadi,” ujarnya.
            Rohan menyebut ada sekitar 10 persen  nasabah Bank Mandiri yang terdampak masalah eror sistem IT data yang terjadi pada hari Sabtu mencekam itu. Tak sedikit warganet yang mengaku nasabah bank plat merah itu mengkhawatirkan berbagai kemungkinan buruk.

Menanggapi hal ini, pengamat teknologi informasi (TI) Ruby Alamsyah mengatakan, eror dalam sistem IT Mandiri dapat kembali terjadi jika tak dilakukan proses pencegahan. “Pertama, yang terjadi adalah replication. Nah, replication itu terjadi dari data yang satu ke data yang lain, nah itu memungkinkan, bisa terjadi. Mestinya error tersebut bisa diantisipasi,” sebut Ruby.

“Antisipasinya, jika ada update software, update sistem terkait transaksi yang penting seperti ini mestinya sebelum dilakukan di production di core system-nya; seharusnya mereka mencoba dulu, di environment yang terbatas supaya jika ada error tidak berdampak pada nasabah atau rekening. Mestinya antisipasinya seperti ini, diujicobakan dulu. Kalau sudah aman, baru ke taraf production,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat CEO Digital Forensic di PT Digital Forensic Indonesia (DFI) mengatakan, (bisa saja) ada faktor human error atau kesalahan manusia dalam kejadian ini. Jika sistem pengelolaan data nasabah diperbaiki, maka eror semacam ini tak akan terjadi lagi.●(dd)

Share This: