Signal Pengangguran Sambut Bonus Demografi

TAK salah jika banyak orang prihatin. Berdasarkan data BPS tengah tahun ini, 5,01 persen penduduk produktif justru nganggur. Indonesia tertinggal dari Laos (0,60%) dan Kamboja (0,10%). Pengangguran kita tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Padahal, kita akan menghadapi periode krusial bonus demografi. Jumlah generasi milenial yang berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun).

Peningkatan kualitas SDM untuk mengatasi tantangan zaman yang terus berubah, khususnya terkait polemik bonus demografi. Ketika proporsi anak muda Indonesia yang besar itu ternyata bermental lemah, maka jumlah besar itu akan menjadi bencana demografi. Niat bangsa ini untuk keluar status negara low-middle income akan terhenti sebagai niat.

Ketika banyak jenis pekerjaan digantikan oleh mesin, serta SDM dihadapkan pada tantangan yang belum pernah ada sebelumnya. Mental kuat dan kreativitas menjadi kunci utama untuk sukses. Itu berarti pendidikan harus berfokus pada pengembangan karakter yang fleksibel dalam menghadapi transisi yang supercepat di era revolusi internet.

Entah kenapa, kita tak melihat adanya kekhawatiran tentang seriusnya masalah yang akan dihadapi bangsa ini dalam 10 tahun ke depan.●

Dasmito Pito Syah

Bintaro Jaya IV, Jakarta Selatan

Share This:

Next Post

Kompromi

Rab Nov 6 , 2019
MENYUSUL pelantikan Presiden dan Wakil Presiden—Ahad, 20 Oktober, di bawah pengamanan 31.000 personel gabungan TNI-Polri (plus primata astral?), dengan senjata organik lengkap, tank, barakuda, kawat berduri, perubahan arus jalanan di sekitar Gedung MPR-DPR Senayan hingga ‘steril’—34 nama pembantu Presiden periode 2019-2024 diumumkan di Istana, Jakarta, 23 Oktober. Tajuknya “Kabinet Indonesia […]