Siasati Sepinya Usaha dengan Pikiran Jernih

Memang agak riskan jika langsung berganti usaha, karena itu berarti kerugian total. Solusinya, ubah sedikit arah jenis bisnis yang digeluti supaya ada kesinambungan. Kalau sebelumnya anda berbisnis di baju, cobalah geser haluan ke kaos.

BAHKAN perjalanan bisnis pun ibarat roda. Apa pun jenis tak mungkin tak mengalami periode gelap. Tahap dimana segalanya berjalan melenceng jauh dari rencana. Seperti roda kehidupan, usaha kadang bisa sukses di atas tapi kadang merayap di bawah. Ruintangan dan hambatan akan senantiasa ada. Tapi harus bisa diselesaikan dengan bijak, meski jalannya tak mulus-mulus amat.

Para pemula paling sering mengalami situasi semacam ini. Wajar jika mereka bersikap panik saat mencium bisnisnya di ambang kehancuran. Masalah yang menerpa itu sangat mendasar: sepi pembeli. Sebagian bisa mengatasi situasi, tapi banyak yang tak mampu benemukan jawaban.

Banyak sebab kenapa usaha sepi. Sebut saja daya beli secara makro. Lalu, mungkin saja kualitas produk jelek, harga terlalu mahal, SDM tak kompeten, atau layanan yang kurang optimal. Untuk keluar dari situasi tak sehat seperti itu, rumuskan perencanaan (baru) dan tinjau kembali arus kas, sumber daya, dan spek produk.

Segera evaluasi. Ambil jeda waktu untuk sekadar membuat evaluasi. Mengambil jeda saat usaha sepi bisa menghemat operasional. Mubazir tetap beroperasi tanpa topangan pemasukan, bukan? Inilah saat tepat untuk mengevaluasi bisnis dari hulu hingga hilir. Termasuk perkembangan produk, sumber daya, layanan, arus kas, juga kemampuan staff. Dari sini bisa diperoleh jawaban kelemahan dan kekuatan perusahaan.

Ubah strategi. Usaha sepi bias bersumber dari penerapan strategi monoton dan usang. Pasar toh tumbuh dan berubah menuntut perubahan strategi yang dipakai. Strategi pemasaran harus fleksibel, sesuai tuntutan selera konsumen yang kerap berubah cepat. Artinya, buatlah strategi pemasaran yang baru. Usaha sepi memungkinkan untuk berpikir terkait rencana pemasaran jangka pendek ataupun jangka panjang. Termasuk mengubah dari offline ke online.

Luaskan relasi. Sangatlah penting membuat relasi bisnis dengan siapa saja. Ini sangat berguna saat usaha sepi. Relasi bisnis bisa memberi perbandingan apa yang salah dengan metode bisnis yang dipakai. Yang paling utama, relasi bisnis besar pengaruhnya terhadap bidang pemasaran. Bagi perusahaan, membangun relasi bisnis dengan konsumen itu wajib hukumnya, meski mungkin saja konsumen tak akan membeli lagi. Meski begitu, konsumen merupakan faktor penting pendukung sukses dan keberlanjutan suatu perusahaan.

Ikhtiarkan inovasi. Inilah yang selalu didengungkan banyak pakar. Inovasi bisa berwujud tak mesti kebaruan 100%. Antaranya dengan merambah dunia online dengan memakai website. Atau, mengembangkan produk baru yang sesuai zaman, meski itu cuma sekadar mengubah desain label. Cara ini yang justru banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan. Terasa ada semacam pembaruan di mata konsumen, meski yang sebenarnya terjadi sebatas perubahan kemasan produk.

Company profile. Usaha sepi bisa jadi karena perusahaan belum cukup dikenal. Ini biasa dialami perusahaan yang baru muncul. Supaya dikenal, perusahaan sebaiknya kerap membuat suatu event atau promo. Cara ini punya risiko tinggi, apalagi kalau dikaitkan biaya penyelengaraan yang tak sedikit. Untuk membuat perkenalan pada pasar, ada cara yang lebih ramah, yaitu lewat company profile. Bahkan untuk perusahaan modern, company profile merupakan satu keharusan. Komposisi desain company profile yang efektif harus dibuat unik.

Kejar piutang. Strategi paling umum yang dipakai banyak usaha rintisan adalah dengan menitipkan barang. Ini bisa diartikan dengan menitip modal. Padahal, makin banyak modal yang ditebar, makin besar pula peluang bisnis menjadi sepi karena keterbatasan dana operasional. Modal yang dititip berarti merupakan piutang, dan ini yang harus dikejar saat usaha sepi. Masalahnya, karena usaha sepi, banyak yang lalu malas mengejar piutang yang dipunyai. Padahal, ada banyak keuntungan kalau piutang bisa ditarik. Utamanya untuk menjamin berputarnya roda perusahaan.

Berhitung. Tak cuma menyangkut kas, berhitung bisa berkaitan dengan banyak hal. Berhitung di sini berarti mengelola aset yang dimiliki. Pasti banyak ‘hal kecil’ yang terlupakan saat dulu sedang berjaya. Kini waktunya mengelola mumpung aktivitas bisnis sepi. Berhitung bisa dimulai dengan menghitung beban biaya yang dikeluarkan, termasuk jatuh tempo, gaji pegawai, tanggungan listrik, sewa lokasi, dan lainnya. detail semacam ini harus dihitung supaya bisnis tak makin terpuruk.

Berhemat. Selain dengan berhemat, tak ada cara yang lebih baik lagi yang bisa diambil saat usaha sepi. Seperti yang sudah disinggung, untuk menjalan roda bisnis pasti butuh dana operasional yang tidak sedikit. Dengan berhemat, ini bisa menjaga arus kas agar tak makin bobol. Contoh lain, hindari menerapkan strategi pemasaran yang terlalu agresif. Misalnya dengan lebih selektif saat membuat promosi atau memilih segmentasi target, yang intinya bisa mereduksi penggunaan biaya. Kebijakan semacam ini harus dilakukan demi menjaga stabilitas kas.

Gabung online. Era digital membawa banyak perubahan, termasuk dalam aspek pemasaran. Lewat website dan media sosial, aktivitas pemasaran lebih mudah dilakukan. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, media digital lebih andal dalam mencaiptakan pengaruh. Caa ini juga memungkinkan unt merambah target-target baru. Ini tak dimaksudkan sebagai saran supaya anda berganti ke mode online dan mematikan yang offline. Jauh lebih baik kalau dua strategi ini digabung. Baik strategi online dan offline punya spesifikasi yang justru saling melengkapi. Untuk target pasar yang (berjarak) dekat, strategi ofline masih cukup ampuh.

Banting setir. Apa lagi yang bisa diharap kalau suatu usaha sudah tak bisa berkembang? Yang ada cuma defisit dan agunan makin menumpuk karena modal habis untuk produksi dan distribusi yang gagal. Memang agak riskan jika langsung berganti usaha. Sebab, hal itu sama artinya dengan kerugian total. Solusinya, ubah sedikit arah jenis bisnis yang digeluti supaya ada kesinambungan. Kalau sebelumnya anda berbisnis di baju, cobalah geser haluan ke kaos. Artinya, tak perlu melakukan lompatan terlalu jauh, di samping tak mesti pula merintis dari awal lagi.

Usaha sepi bisa bersumber dari berbagai penyebab. Untuk mengubah pasar yang sepi jadi ramai kembali butuh banyak strategi. Tentunya harus pula dibarengi usaha yang luar biasa. Uraian di atas bisa menjadi pengingat sekaligus bahan evaluasi supaya kondisi usaha sepi bisa dihadapi dengan pikiran jernih dan cerdas.●(Nay)

Share This:

Next Post

Tahun Ini Targetkan Pembiayaan Rp 4 Triliun

Kam Mar 5 , 2020
Siapa bilang pembiayaan harus pakai agunan? Orang miskin tidak layak dibiayai? Belajarlah dari keberhasilan Komida yang sudah 15 tahun bergumul dengan anggota perempuan di tingkat akar rumput. Sejak didirikan pada 28 Juni 2004, KSP Mitra Dhuafa  (Komida) yang awalnya bernama Yamida (Yayasan Mitra Dhuafa) konsisten memberdayakan perempuan berpenghasilan rendah, sebutan […]