Siapkan SDM Andal dan Berkarakter Islami, Kopsyah BMI Gelar Pelatihan 8 Angkatan

JAKARTA—-Salah satu syarat penting dalam mewujudkan sebuah koperasi sejati dengan  dukungan penuh anggotanya adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang kontinyu.

Implikasinya tidak hanya meningkatkan partisipasi anggota, tetapi juga  memperkuat permodalan karena didukung sepenuhnya oleh dana anggota.

Jika partisipasi modal anggota itu dapat digalang, otomatis koperasi bakal menjalankan prinsip utama lsinnya, yaitu peduli lingkungan. Prinsip seperti itulah yang belakangan ini terus digenjot oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia ( Kopsyah BMI).

Koperasi bermarkas di Tangerang Banten ini menggerakkan anggotanya untuk menggalang donasi melalui program ziswaf ( zakat, shodaqoh, wakaf dan infak).

Jumlahnya relatif kecil, setiap anggota berwakaf dua ribu rupiah  dan infaq seribu rupiah  per minggu. Namun anggota secara bersama-sama membayar rutin setiap bulan, sehingga nilai yang terhimpun lumayan besar.

Dari penghimpunan dana anggota yang kini sudah lebih dari 150 ribu orang itu, sedikitnya Kopsyah BMI menghimpun dana Rp1,5 miliar per bulan.

“Dana yang kami himpun dari wakaf dan sodaqoh anggota itu kami kembalikan kepada anggota antara lain dalam bentuk bangun rumah layak huni, santunan yatim piatu, paket C, program pertanian dan aktivitas sosial lainnya,” kata Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara kepada Peluang.

Bagaimana partisipasi anggota dapat terjaga dan terus meningkat? Kuncinya,  kata Kamaruddin lagi adalah melalui pendidikan dan pelatihan.

“Pendidikan Perkoperasian untuk anggota Kopsyah BMI tahun 2019 ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun sesuai dengan RK-RAPB yang telah dibuat,” ujar Kamaruddin.

Pada 2019 ini digelar di Hotel Horison Al-Tama Pandeglang (untuk wilayah cabang Pandeglang dan cabang Lebak); Hotel Le-Dian Serang (Wilayah Cabang Serang); Hotel Yasmin Karawaci (Wilayah Cabang Tangerang 1 dan Tangerang 2).

Pelatihan ini diikuti 8 angkatan  dengan total 600 peserta. Untuk Angkatan I dan II, masing-masing diikuti 75 peserta, sementara untuk Angkatan III hingga VIII masing-masing diikuti oleh 150 peserta.

Menurut Kamaruddin dengan pelatihan ini peserta mendapatkan edukasi terkait dengan arti berkoperasi dan peserta harus memahami hak dan kewajiban sebagai anggota Kopsyah BMI.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan terkait dengan 5 pilar pemberdayaan Kopsyah BMI yaitu, Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Sosial, dan Spiritual.

“Dengan pelatihan ini anggota dapat meningkatkan keterampilan sisi ekonomi, kesehatan terjaga dan tahu pentingnya pendidikan, jiwa sosialnya meningkat dan jiwa spritualnya tumbuh,” imbuh dia lagi.

Dalam pelatihan itu  hadir para narasumber yang kompeten. Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyuguhkan ulasan tentang ‘Perkoperasian dan Model BMI Syariah’.

Wakil Presiden Direktur Kopsyah BMI  Radius Usman menghidangkan mengenai ‘Siklus Hidup dan Financial Literasi’. Selanjutnya, Direktur Operasional Kopsyah BMI Yayat Hidayatullah yang menyoroti tema ‘Pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat Serta Pemeliharaan Kamar Mandi’.

Tema ‘Pendidikan Anak Sebagai Investasi Masa Depan dan Bekal Masa Tua’ dibawakan oleh Agus Suherman, selaku Direktur SDM dan Makhrus, Direktur Keuangan dan lainnya.

Guna memperkuat naluri wirausaha, dihadirkan pembicara Irsyad Mochtar, Pimred Majalah Peluang yang mengetengahkan tema ‘Membangun Jiwa Wirausaha’.

Sementara itu, H Hendri Tanjung Ketua Pengawas Syariah dan Trisilad, anggota Pengawas Syariah tampil dengan tema religius ‘Ziswaf Sebagai Bekal di Dunia dan Akhirat’ (Van)

Share This:

You may also like...