Setelah Dirikan BPR, KPBS Bangun Rumah Sakit

Memasuki usia ke 50 tahun Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) terus berbenah. Berbagai usaha di luar  kompetensinya sebagai produsen susu sapi perah terus dirambah.  Selain mendirikan dua persero, yaitu PT Susu KPBS Pangalengan dan PT BPR Bandung Kidul, koperasi dengan anggota 4.504 peternak ini segera meluncurkan pendirian Rumah Sakit.

“MOU pendirian Rumah Sakit bersama mitra usaha kami tandatangani hari ini, sepenuhnya untuk melayani anggota khususnya dan masyarakat Pangalengan umumnya,” kata Ketua KPBS  H. Aun Gunawan kepada PELUANG di sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2018 sekaligus Perayaan 50 Tahun KPBS, Senin (1/4/19) di Pangalengan Jawa Barat. RAT berlangsung meriah yang sebelumnya diadakan selama tiga hari (17- 19/3/2019, dan final 1/4/2019).

Rencana pendirian Rumah Sakit, kata Aun, dirintis sejak tahun lalu diawali dengan survei warga di Kecamatan Pangalengan dan Cimaung sebagai wilayah pasar potensial. Hasilnya, warga sangat berharap di Pangalengan ada Rumah Sakit sebagai tempat berobat masyarakat yang dekat dari tempat tinggalnya.  

Menurut Aun, langkah KPBS melakukan terobosan usaha di luar kompetensinya karena koperasi yang dipimpinnya ingin melakukan pelayanan prima kepada anggota, tidak melulu hanya melayani kebutuhan terkait peternakan, tetapi juga aspek lainnya seperti sektor keuangan, dan kesehatan.  

“Pelayanan terhadap anggota terkait penampungan susu tentu tetap core business kami, tahun 2018 kami bahkan sudah menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP) System untuk penerimaan susu. Penerapan sistem ini berdampak positif terhadap dinamika pelayanan kepada anggota yang sebelumnya masih dibayangi risiko susut dan data penerimaan susu yang kurang akurat,” ujarnya. 

Untuk tahun 2019, Koperasi yang sudah mengantongi aset sebesar Rp136,308 miliar ini akan memperluas penerapan ERP System pada bidang Keuangan, Pendistribusian barang pakan dengan aplikasi android, Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kekaryawanan.

Sepanjang 2018, KPBS mencatat penjualan dan pendapatan sebesar Rp263, 986 miliar. Pencapaian tersebut berasal dari 7 Unit Pelayanan Koperasi (UPK) dan 2 Bisnis Koperasi. 7 UPK antara lain Unit Produksi dan Penyuluhan, Unit Barang-Pakan dan Hijauan Makanan Ternak, Unit Kendaraan, Unit Pengolahan Pakan, Unit KEsehartran Hewan, Unit Kesehatan Anggota dan Unit Pembibitan Sapi Perah Unggul. Sedangkan 2 Bisnis Koperasi adalah PT KSP yang memberikan pendapatan sebesar Rp18,869 miliar dan PT BPR Bandung Kidul sebesar Rp 9,652 miliar.   (Yuni)

Share This:

Next Post

KSP Utama Karya Tumbuh Berkembang setelah Lunas Dana Perbankan

Ming Apr 7 , 2019
Sepanjang tahun buku 2018 Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya Jepara Jawa Tengah berhasil menyalurkan pinjaman pembiayaan  kepada anggotanya mencapai Rp374,264 miliar. Dana tersebut bersumber dari simpanan anggota, tabungan masyarakat  dan dana perbankan nol persen. ABSENNYA penyaluran dana perbankan ke sejumlah koperasi simpan pinjam (KSP) di Jawa Tengah membuat sejumlah usaha […]