Sesmenkop UKM dan Wagub Banten Resmikan Minimarket dan Toko Bangunan Kopmen BMI

SERANG—-Kendati belum genap setahun beroperasi, Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) membuktikan kemampuan menggulirkan usaha yang menyasar pada kebutuhan masyarakat. Dalam tempo relatif  singkat kopmen yang berdiri pada Februari 2019 ini telah mendirikan 4 toko bangunan, 3 minimarket dan 2 warung grosir.

“Pemerintah akan terus mendorong koperasi berbasis masyarakat untuk tumbuh dan berkembang seperti halnya  Kopmen  BMI. Koperasi yang jadi kebanggaan Provinsi Banten ini bisa jadi percontohan nasional,” kata Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Rully Indrawan saat meresmikan cabang ke empat Kopmen Senin (14/10/19) di Serang.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dan sejumlah pejabat perkoperasian provinsi Banten.

Dalam laporannya Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara mengatakan Kopmen BMI merupakan pengembangan dari usaha Kopsyah BMI yang sebelumnya memang sudah berorientasi pada kebutuhan ekonomi masyarakat lapis bawah.

Kopsyah BMI tidak hanya menyalurkan usaha simpan pinjam, tetapi juga merupakan koperasi pertama di Indonesia yang penyalurkan pembiayaan air dan sanitasi. Selain itu, lanjut Kamaruddin, Kopsyah BMI berhasil meraih  penghargaan sebagai kopsyah pengumpul wakaf peringkat satu di Indonesia wakaf.

 “Bermula dari gerakan 3.000 rupiah per minggu secara kumulatif sejak April 2018, kami bisa menghimpun wakaf Rp7,5 miliar,” ujarnya. 

Pendirian minimarket dan toko bangunan dengan rerata omset Rp2 miliar per bulan, lanjut Kamaruddin, adalah sepenuhnya menyasar pada pelayanan dan kebutuhan untuk anggota.

Usaha retail dan grosir tersebut dibiayai oleh iuran anggota secara gotong royong, masing-masing sebesar  Rp100 ribu sehingga terhimpun modal awal Rp7,5 miliar. 

“Selain itu,  kami mengembangkan usaha  café dengan fokus menyosialisasikan aneka menu makanan khas Kabupaten Tangerang dan mengangkat kembali citra Kopi Benteng yang dulu pernah berjaya,” pungkas Kamaruddin seraya menambahkan, ke depan Kopsyah BMI tengah menyiapkan pendirian pabrik bioetanil untuk kebutuhan farmasi dan makanan.  

Sementara itu, Wagub Banten Andika Hazrumy berharap Kopsyah BMI dapat menjadi solusi berkelanjutan dari permasalahan utama di Provinsi Banten, yaitu pengangguran dan tingginya angka kemiskinan.

Dengan hadirnya Kopsyah BMI dengan usaha riil berbasis anggota, dia optimis koperasi  bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.  

“Koperasi dapat menjadi solusi untuk entaskan kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Banteng, oleh  karena itu, kami telah mengeluarkan kebijakan untuk mendukung pengembangan koperasi,” tutupnya. (Irm)

Share This:

You may also like...