Serasa Wisata di Mancanegara

Bagaimana mungkin ada setumpak alam yang sedemikian berjauhan ternyata begitu mirip?Itu niscaya bukan kloning yang kebetulan.Sebab, tak ada yang tak mungkin bagi Sang Pencipta.Lima obyek wisata Nusantara ini, setidaknya, membuat anda merasa sedang berada nun di kejauhan luar negeri.

 

Menyebut Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat mirip dengan Phi-Phi Island di Thailand adalah keliru.Itu terbalik.Yang benar adalah Phi-Phi Island yang mirip Raja Ampat.Kepulauan Raja Ampat ini terdiri dari kurang lebih 1.500 pulau kecil dan atol, serta empat pulau besar utama: Misol, Salawati, Bantata, dan Waigeo. Kepulauan Raja Ampat menjadi rumah bagi sekitar 1.511 spesies ikan, 700 jenis moluska, dan 540 jenis karang.Kekayaan dan keindahan bawah lautnya membuat Perairan Raja Ampat kerap dinobatkan sebagai tempat wisata bahari terbaik di dunia.

 

  1. Cukang Taneuh,“Grand Canyon” Ciamis

cukang taneuh

Versicopy pasteGrand Canyon Colorado, AS, ada di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat. Adalah seorang warga Perancis yang mempopulerkan sebutan Green Canyon pada tahun 1933.Masyarakat lokal menamainya Cukang Taneuh, yang berarti “jembatan tanah”, sarana para petani di sekitar untuk menuju kebun mereka.

Di lokasi ini ada jembatan tanah selebar tiga meter, berada di atas tebing kembar di tepi sungai.Aliran dari Sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktit dan stalakmitnya.Green Canyon juga menjadi surga tersendiri bagi yang para penyelam.Sungainya yang berair bersih mengalir menembus gua-gua yang dipenuhi stalaktit dan stalakmit nan cantik.

Grand Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat.Sekitar 130 km dari Kota Ciamis,atau sekitar 31 km dari Pangandaran.Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh.Perjalanan lanjut dengan perahu tempel atau kayuh, sekitar 3km, yang bisa ditempuh 30-45 menit.Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau toska. Ketika terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon.Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu.Ban dan pelampung yang disediakan menjamin keamanan perjalanan selama menyusuri tebing dan aliran sungai.

 

  1. Gumuk Pasir Parangkusumo, ala Gurun Sahara

 

Maumenapakkan kakidi duplikat gurun Sahara?Datanglah ke Gumuk Pasir Parangkusumo, di pesisir selatan Yogyakarta, tak jauh dari Pantai Parangtritis.Gumuk pasir merupakan fenomena alam yang terbentuk akibat pergerakan angin. Hembusan angin membawa butir-butir pasir dari material vulkanis Gunung Merapi terbang ke arah laut kemudian menyatu dengan air dan menjadi pasir halus. Prosesnya memakan ribuan tahun.Cuaca di sini sangat terik di siang hari dan berubah sangat dingin di malam hari, persis seperti cuaca gurun pasir umumnya.

Dari kesepuluh klasifikasi bentuk lahan yang ada di dunia, semua ada di Indonesia.Delapan diantaranya ada di DIY, hingga DIY layak dinobatkan sebagai provinsi dengan bentuklahan terlengkap di dunia.Bentuk kenampakan gumuk pasir itu berubah-ubah dipengaruhi oleh arah angin serta penghalang material pembentuk berupa vegetasi.Fenomena gumuk pasir seperti ini hanya ada di dua lokasi di dunia, yaitu di Meksiko dan di Yogya.

 

  1. Pantai Ora Seram, Miniatur Maldives

pantai ora seram

Jikauntuk ke Maldives (Maladewa) terlalu jauh dan budget tak cukup, alihkan tujuan Anda ke Pantai Ora.Pantai ini terletak di utara Pulau Seram, Maluku Tengah.Tepatnya di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara.Keindahan dan eksotisme yang dipancarkannya layak disejajarkan dengan Maldives.Yaitu sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudera Hindia, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka.Tak kurang dari 700.000 turis berkunjung ke sini setiap tahun.

Hamparan pasir putih dan air pantai lautnya begitu jernih.Sangat jernih hingga Anda dapat menikmati pemandangan bawah laut dengan mata telanjang. Di Pantai Ora, Anda dapat menginap di Ora Beach Resort, satu-satunya resort di sana. Uniknya, rumah penginapan di Ora Beach Resort ini berbentuk rumah panggung di atas laut.Saat Anda melihat dari jendela, pemandangan yang tertangkap mata Anda adalah birunya laut. Suara deburan ombak pun akan menemani Anda sepanjang malam ditambah dengan kerlip bintang yang romantis.

  1. Taman Nasional “Afrika” Baluran Jatim

Taman Nasional Baluran

Suasana bersafari di Afrika bisa Anda rasakandi Taman Nasional Baluran.Di kawasan ini terdapat savana bekol yang luasnya mencapai 300 ha dan merupakan savana terluas di Pulau Jawa.Sepanjang perjalanan menuju Savana Bekol di taman ini di kanan-kiri jalan banyak sekali pohon jati. Melihat padang savana dari kejauhan sungguh pemandangan yang cantik.

Taman ini terletak di Kec. Banyuputih, Kab. Situbondo, Jawa Timur. Untuk masuk ke sana kita harus memasuki jalan tanah yang agak rusak selama 40-60menit perjalanan.Pada musim kering, pepohonan akan meranggas dan rumput-rumput menguning. Serasa sedang berada di Afrika.Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pagi hari.Kalau bisa pukul 04.00 pagi.Kenapa?Karena matahari terbit (sunrise)yang sangat bagus.Anda yang pencinta fotografi sebaiknya datang musim kemarau, bulan Juni-Juli-Agustus.

Di sini bisa dijumpai banyak satwa liar yang benar-benar liar.Banteng jawa, rusa, burung merak yang bergerombol. Jika Anda lengah, bisa jadi telepon genggam atau kamera Anda bisa diambil oleh monyet-monyet liar di sana.Sebaiknya Anda berjalan kaki, karena merekapemalu sangat takut dengan manusia. Mendengar suara mesin mobil atau motor saja satwa-satwa tersebut langsung kabur ke dalam hutan.

 

  1. Carstensz Pyramid, Mount Everest-nya Indonesia

puncak es

Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya,dengan ketinggian 4.884 meter,merupakan salah satu dari tujuh puncak dunia (seven summit). Carstensz Pyramid menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua Barat.Memang hanya separuh ketinggianMount Everest(8.850 meter), puncaknya diselimuti salju abadi. Di siang hari, saat matahari bersinar cerah, hamparan salju ini akan memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan mata.

Kandungan es di wilayah ini diperkirakan 5 persen dari cadangan es dunia di luar Benua Artartika.Akibat pemanasan global, jumlah ini dari tahun ke tahun kian menyusut.Dataran tinggi di sekitar puncak awalnya sudah dihuni sebelum adanya kontak dengan bangsa Eropa.Puncaknya dikenal sebagai Nemangkawi di Amungkal.Taman Nasional Lorentz yang juga meliputi Piramida Carstensz, didirikan pada tahun 1919.

Share This:

You may also like...