Sektor Industri akan Serap 17,8 juta Tenaga Kerja Pada 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tetap akan melindungi dan menjaga keberlangsungan Industri Kecil Menengah (IKM). Meskipun Daftar Negatif Investasi (DNI) direvisi, sehingga memungkinkan asing berinvestasi 100% di beberapa bidang usaha.

Pemerintah menurut Saleh Husin Kemenperin akan terus berkordinasi dengan Kementerian di bawah Menko Perekonomian untuk tetap menjaga agar industri dalam negeri termasuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tetap bisa terjaga eksisitasnya.

Detegaskan Saleh investasi di bawah Rp10 miliar asing tidak boleh masuk. Menurutnya tidak perlu dikhawatirkan karena pihaknya aktif berkordinasi dengan kementerian lain di bawah Menko Perekonomian. “Tak perlu dikhawatirkan kami tetap menjaga keberlangsungan IKM,” ujarnya saat Rapat Kerja Kementerian Perindustrian yang bertemakan Hilirisasi Pembangunan Industri, di Jakarta Selasa (16/2).

Terkait Paket Kebijakan Ekonomi X, Kemenperin telah menetapkan 10 industri prioritas antara lain industri pangan; farmasi, kosmetik, alat kesehatan; tekstil, kulit, alas kaki dan aneka; alat transportasi; dan elektronika dan telematika.

Selain itu, industri pembangkit energi; barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri; industri hulu agro logam dasar dan bahan galian bukan logam; serta kimia dasar berbasis migas dan batubara.

Upaya tersebut demi target yang ingin dicapai, yakni membidik peningkatan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas hingga 8,4% pada 2019, sekaligus peningkatan kontribusi industri pengolahan non migas terhadap PDB sebesar 19,4%.

Kecuali itu untuk penguatan struktur industri dengan pembangunan industri hulu yang diintegrasikan dengan industri hilirnya. Pola ini lanjut Saleh sektor industri akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17,8 juta orang pada 2019.

Masih dikatakan Saleh sumber daya industri juga akan terus didorong demi memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor industri yang rata-rata 600 ribu orang per tahun. Selanjutnya penumbuhan 20 ribu wirausaha baru di sektor industri kecil, dan 4.500 usaha baru industri skala menengah, serta sertifikasi tenaga kerja dan calon tenaga kerja. Saw/dbs.

 

Share This: