Sebuah Impian Tentang Koperasi

Setiap 12 Juli adalah hari yang penuh arti bagi gerakan koperasi di Indonesia. Sebab, pada hari itu masyarakat koperasi Indonesia memperingati hari jadi koperasi yang lahir pada tanggal 12 Juli 1947 di kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tak terkecuali pada tahun 2013 ini, pada tanggal 12 Juli masyarakat gerakan koperasi Indonesia kembali tiba untuk memperingati hari “keramat” itu. Walau mungkin peringatannya tidak semeriah pada tahun-tahun sebelumnya karena jatuh pada bulan puasa, tapi masyarakat gerakan koperasi akan selalu memaknai dan menandai bahwa mereka merasa punya wadah usaha yang bernama koperasi.

Wahana  yang  muncul ke permukaan, bahwa koperasi Indonesia masih jauh tertinggal masih  terus bergulir. Padahal kalau dilihat dari usia, usia 66 tahun (1947-2013) semestinya kita sudah punya koperasi yang berpretasi dab besar. Dalam peta perekonomian nasional kontribusi koperasi Indonesia dalam produk domestik bruto (PDB) masih kurang dari lima persen.  Sementara untuk tataran dunia pada level koperasi, koperasi kita juga masih jauh tertinggal yang tidak  bisa dicatatatkan atau dimasukan ke deretan koperasi dunia.

Berdasarkan kriteria  yang diterapkan International Cooperative Alliance (ICA) untuk masuk ke koperasi dunia minimal harus punya omzetdari US$ 1,25 miliar (sekitar Rp12 triliun) hingga US$70,70 miliar (sekitar Rp67 triliun). Sedangkan  omzet koperasi kita yang terbesar baru mencapai Rp 7,77 triliun per tahun,

Dalam kondisi demikian, mungkinkah koperasi Indonesia akan menembus Koperasi besar dunia. Memang kata banyak orang, hidup ini harus punya mimpi. Sebuah  impian berfungsi untuk mewadahi tujuan kehidupan.

Juga ada kata pepatah, “Tidak Ada  Kata Terlambat” mungkin pepatah itu juga bisa diterapkaan dalam “menghibur” masyarakat koperasi Indonesia. Untuk menjadi besar dan masuk koperasi  dunia, tentu tidak mengenal istilah terlambat.

Kita memang harus intropeksi. Buat apa kita punya Kementerian Koperasi? Buat apa kita punya UU Koperasi yang selalu diperbarui. Buat apa kita punya organisasi gerakan Koperasi yang namanya Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Terkecuali kita lagi-lagi terjerambah dengan istilah yang terus populer “ Itulah Indonesia” sebuah negara besar, tapi sulit mencetak prestasi besar. Yang selalu hidup penuh mimpi   atau hidup dalam impian. Termasuk untuk koperasi.

( Suyono AG)

Share This:

You may also like...