Sambut Era Fintek Koperasi

Transformasi penyesuaian dari KSU menjadi KSP berhasil dilalui KSP Sejahtera Bersama dengan baik seperti terlihat dari pencapaian kinerja 2017 yang sangat memuaskan. Kini, Koperasi siap melejit dengan dukungan teknologi digital

PERKEMBANGAN teknologi digital telah merambah seluruh sektor termasuk industri keuangan dengan kehadiran Finansial Teknologi (Fintek). Kehadiran Fintek bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi dan layanan serta meningkatkan literasi keuangan. Koperasi sebagai lembaga ekonomi memerlukan Fintek untuk mendorong perkembangan usahanya.

KSP Sejahtera Bersama sebagai salah satu koperasi terbesar di Indonesia sangat siap untuk menyongsong era Fintek seperti tercermin dalam tema RAT elektronik Tahun Buku 2017 “Menuju Implementasi Financial Technology”.

Iwan Setiawan Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama mengatakan, Fintek adalah masa depan baru dunia keuangan, dimana makin banyak kemudahaan yang dapat dimanfaatkan, cukup dengan aplikasi tertentu di ponsel pintar maka semua kebutuhan finansial dapat dipenuhi. “Kami selaku Pengawas mengajak seluruh jajaran Pengurus dan Karyawan KSP Sejahtera Bersama  untuk menjawab tantangan di era digital ini dan menjadikan tahun 2018 ini sebagai tahun KSP Sejahtera Bersama  menyongsong Koperasi berbasis Fintek,” ujar Iwan dalam Sosialisasi Hasil RAT Elektronik di Bogor.

KSP Sejahtera Bersama merupakan koperasi terdepan dalam melakukan terobosan digital. Salah satunya dibuktikan sebagai koperasi pelopor yang melakukan RAT elektronik. Terbukti, pelaksanaan RAT secara elektronik itu cukup efektif dan efisien serta mampu meningkatkan partisipasi anggota dalam forum pengambilan keputusan tertinggi di Koperasi.  Selain itu, KSP ini juga memiliki aplikasi Piko (Pinjam Koperasi) yang dapat diakses melalui smartphone.

Bagi KSP Sejahtera Bersama, inovasi digital merupakan investasi masa depan agar pertumbuhan usahanya berkelanjutan. Terlebih di era disruptive innovation yang merubah segalanya menjadi sesuatu diluar kebiasaan.  Oleh karena itu, mau tidak mau koperasi harus siap untuk menghadapi digitalisasi dalam seluruh aspek.

Iwan menambahkan, Pengawas KSP Sejahtera Bersama sangat bangga sekali memiliki jajaran Pengurus dan Karyawan yang ada karena bisa melalui tahun 2017 yang cukup sulit dengan capaian kinerja memuaskan. KSP Sejahtera Bersama dinilai mampu membukukan keuntungan yang jauh lebih besar dari target yang ditetapkapkan dalam penyusunan RAPBK tahun 2017 yaitu sebesar 272,93%. “Kami sangat bahagia dan bangga atas prestasi yang dicapai pengurus,” ujar Iwan.

Untuk mengapresiasi capaian pengurus dan jajarannya, KSP Sejahtera Bersama mengadakan Gala Dinner. Dalam acara ini kepala cabang, mitra pemasaran simpanan dan mitra pemasaran pinjaman berprestasi (mencapai target) mendapatkan beragam hadiah dengan hadiah utama mobil. Dengan cara tersebut, diharapkan dapat lebih memacu kinerja pengurus baik di pusat maupun di wilayah/cabang.

Dalam pandangan Pengawas, tahun 2017 lalu merupakan tahun kebangkitan bagi KSP Sejahtera Bersama dimana selama ini lebih dari empat tahun sejak tahun 2013 terus berkutat dengan transformasi penyesuaian dari KSU menjadi KSP. Dengan kerja keras dan sinergi yang solid KSP Sejahtera Bersama berhasil melalui masa yang penuh tantangan tersebut. Ini dibuktikan dengan aset yang terus tumbuh dan saat ini telah mencapai Rp2,1 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Vini Noviani Direktur Utama KSP Sejahtera Bersama mengatakan telah mengirimkan undangan  beserta kode akses untuk melakukan log in kepesertaan RAT elektronik kepada 105.300 anggota KSP SB. Dari jumlah ini, sebanyak 59,43% atau 73.210 anggota telah berpartisipasi dalam RAT elektronik tahun buku 2017.

Vini mengungkapkan, seluruh Pengurus telah berusaha untuk mencapai target yang telah ditetapkan di tahun 2017. Hasilnya, SHU tumbuh sebesar 118,20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Usaha kami  terus tumbuh dan semakin dipercaya masyarakat,” ungkap Vini.

Meski secara finansial menunjukkan pertumbuhan, namun Vini mengakui target penambahan jumlah anggota masih jauh dari harapan. Pada tahun 2017, terdapat kenaikan  jumlah anggota sebanyak 24.434 anggota atau 24,72% menjadi 123.188 anggota. Ia berharap pada tahun ini, KSP Sejahtera Bersama menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam menyimpan maupun meminjam.

Pengurus menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi seperti persaingan yang semakin ketat maupun makro ekonomi yang stagnan sehingga berpengaruh pada tingkat konsumsi masyarakat. Selain itu, di internal pun perlu adanya peningkatan kualitas SDM maupun infrastruktur teknologi informasi.

Untuk mengatas tantangan tersebut, pada tahun ini Pengurus akan membuat sejumlah gebrakan. Di bidang SDM, Pengurus akan membentuk Lembaga Diklat dan Profesi Koperasi untuk menunjang kinerja SDM yang lebih mumpuni dibidangnya. Selain itu, terus  melakukan inovasi-inovasi kreatif untuk menciptakan produk baik simpanan maupun pinjaman untuk memenuhi kebutuhan anggota.

Vini menambahkan, pada 2018 Pengurus optimis kondisi perekonomian akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Oleh karenanya, Pengurus akan memperluas jaringan kantor dengan membuka kantor-kantor cabang baru di beberapa kabupaten/ kota yang potensial. “Kami juga mentargetkan penyaluran pinjaman lebih besar lagi dan terus meningkatkan Loan to Deposit Ratio di setiap kantor Cabang sehingga tercapai rata-rata minimal 80%,” pungkasnya.

Untuk merealisasikan target pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun ini, Pengurus berharap dukungan dari seluruh anggota dengan menjadikan Koperasi Sejahtera Bersama sebagai pilihan utama dalam meminjam maupun menyimpan dananya. Dengan dukungan tersebut, niscaya usaha Koperasi dapat tumbuh berkelanjutan pada masa mendatang.  (Drajat)

Share This: