Rumah Cinta Kadmi dari Kopsyah BMI

Kadmi (kedua dari kanan) dalam peletakan batu pertama-Foto: KlikBMI.

TANGERANG—Kadmi baru saja menggelar syukuran 100 hari berpulangnya Sang Suami menghadapi Sang Khalik.  Air matanya belum kering, tetapi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia mendapatkan berkah yang lain.

Rumahnya  berlokasi di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, akan direnovasi oleh program hibah rumah siap huni (HRSH) gratis untuk anggota oleh Koperasi BMI. Peletakan batu pertama dilakukan Selasa (16/2/21).

Sebelum direnovasi Kadmi tinggal bersama dua orang anaknya dan seorang cucu dalam rumah mengenaskan, dinding rumahnya harus disangga dengan tangga agar tidak rubuh. Atapnya ditutup terpal untuk menangkap kebocoran.

Kadmi menyampaikan, cintanya pada almarhum suaminya begitu besar. Pembiayaan yang diprolehnya dari Kopsyah BMI dipakainya untuk modal sang suami, Masduki berjualan roti bakar. Dia sudah berjualan sejak subuh dan baru kembali pada petang hari. Ia pun sosok yang kreatif dan pantang mengeluh.

“Amarhum sumi saya mempunyai impian memiliki rumah baru sudah dipendamnya sejak lama. Di tengah kondisi rumah yang memprihatinkan, almarhum masih sempat mencari hebel bekas bangunan dan spanduk untuk memperbaiki rumahnya. Kini berkat, Kopsyah BMI terkabul,” ucap Kadmi.

Acara peletakan batu pertama HRSH disaksikan langsung oleh Camat Kronjo Satibi, Kades Pagedangan Udik Astri Apriyanti dan perangkat desa lain. Sementara dari BMI dihadiri Manajer Ziswaf Kopsyah BMI Casmita, Manajer Area 02 Akhmad Rapiuddin dan Manajer Kopsyah BMI Cabang Kemiri, Lia Mulyawati.

Sementara Manajer Area 02 Akhmad Rapiuddin mengatakan, sejak Januari 2020, BMI tengah membangun 10 rumah HRSH di daerah pelayanan, 5 diantaranya di Tangerang. Dana pembangunan HRSH khusus anggota dana berasal dari keuntungan Koperasi.

Dengan kata lain, biaya pembangunan bersumber dari dana kebajikan (1 persen setiap pencairan pembiayaan). 50 persen dari 1 persen tersebut diperuntukkan untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi dipakai untuk pengembangan diri atau Capacity Building.

“Dalam pembangunan rumah milik Bu Kadmi, ada kontribusi dari beliau sebagai anggota. Dari biaya pembangunan yang mencapai Rp50 juta, Rp3 juta dari Keluarga Bu Kadmi, sementara Rp47 juta berasal dari BMI,” jelas Reffi-sapaan akrab Akhmad Rapiuddin.

Dengan adanya peran pemilik rumah Kopsyah BMI berharap pemilik bisa menjaga rumah dengan baik. Ia menyebut bahwa, program HRSH menjadi pembeda BMI dengan lembaga keuangan lain. HRSH merupakan bentuk kepedulian Kopsyah BMI kepada anggota dan masyarakat.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *