Riset Pemasaran Menengarai Permintaan

Perusahaan biasanya menganggarkan 1-2% dari keuntungan tahunan. Itu investasi yang relatif kecil diukur dari benefit dan profit yang akan dan dapat dipetik sesudahnya.

Selain memantau perubahan lingkungan pemasaran, pemasar juga perlu mengembangkan pengetahuan khusus tentang pasar khusus mereka. Pemasar yang baik perlu informasi untuk membantu mereka menafsirkan kinerja masa lalu dan merencanakan kegiatan ke depan. Mereka butuh informasi yang tepat, akurat, dan dapat dilakukan terhadap konsumen serta pesaing mereka.

Para manajer pemasaran biasa meminta perusahaan lain melakukan kajian pemasaran mengenai masalah dan peluang tertentu. Mereka mungkin meminta survai pasar, pengujian preferensi (kelebihsukaan) produk, ramalan permintaan menurut wilayah, atau evaluasi terhadap iklan.

Bagi Pilip Kotler, riset pemasaran merupakan perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan data dan temuan secara sistematis. Perusahaan biasanya menganggarkan riset pemasaran 1-2 persen dari penjualan tahunannya. Perusahaan-perusahaan kecil dapat menyewa jasa perusahaan riset pemasaran atau melakukan riset dengan cara yang kreatif dan biaya yang terjangkau berupa: menugasi mahasiswa atau dosen untuk merancang dan menjalankan proyek riset pemasaran; memanfaatkan internet; atau memantau para pesaing.

Riset pemasaran yang efektif pada prinsipnya melibatkan lima langkah berikut: mendefinisikan masalah, alternatif keputusan; menyusun rencana riset; mengumpulkan informasi; menganalisis informasi; menyajikan hasil temuan; dan mengambil keputusan.

Perusahaan dapat melakukan riset pemasaran sendiri atau menyewa perusahaan lain untuk melakukannya. Riset pemasaran yang baik bercirikan metode ilmiah, kreativitas, metode multi riset, pembangunan model yang akurat, analisis manfaat-biaya, skeptisisme yang sehat, dan fokus yang etis.

Proses riset pemasaran terdiri dari kegiatan mendefinisikan masalah dan tujuann riset, mengembangkan rencana riset, mengumpulkan informasi, menganalisis informasi, menyajikan temuan-temuan kepada manajemen, dan mengambil keputusan.

Dalam melakukan riset, perusahaan harus memutuskan apakah mengumpulkan data mentah (baru) atau cukup dengan menggunakan data yang sudah ada. Mereka juga harus memutuskan pendekatan riset mana (observasi, kelompok fokus, survei data perilaku, atau eksperimental) dan instrumen riset mana (kusioner atau instrumen mekanik) yang akan digunakan. Selain itu, mereka harus memutuskan rencana sampel dan metode kontak.

Analisis harus memastikan bahwa perusahaan mencapai penjualan, laba, dan tujuan lain yang ditetapkan dalam rencana tahunan. Alat utama adalah analisis penjualan, analisis pangsa pasar, analisis biaya penjualan pemasaran, dan analisis keuangan dari rencana pemasaran.

Analisis profitabilitas berupaya untuk mengukur dan mengontrol profitabilitas dari berbagai produk, wilayah, kelompok pelanggan, saluran dagang, dan ukuran pesanan. Satu bagian penting dari mengontrol profitabilitas adalah menentukan biaya dan menghasilkan laporan rugi laba.

Terdapat dua tipe permintaan; permintaan pasar dan permintaan perusahaan. Untuk mengestimasi permintaan terkini, perusahaan berusaha menentukan potensi pasar total, potensi pasar wilayah, penjualan industri, dan pangsa pasar. Untuk mengestimasi permintaan di masa depan, perusahaan dapat melakukan survai atas maksud pembeli, meminta masukan dari tenaga penjualnya, mengumpulkan pendapat para pakar, dan melanjutkan uji pasar. Model matematis, teknik statistik lanjutan, dan prosedur pengumpulan data yang terkomputerisasi menjadi hal yang sangat penting bagi semua tipe peramalan permintaan dan penjualan.●(Nay)

Share This: