Rezeki dari Properti

Awalnya sang ayah berharap ia menjadi seorang dokter atau birokrat. Namun jalan hidup dan profesi mengantarkannya sebagai arsitek dan pengusaha pengembang properti  yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain dan keluarga. Bakat bisnisnya sudah terasah sejak duduk di bangku kuliah.

dewi-arimbi

Kebutuhan masyarakat terhadap permukiman, ruang kerja, dan ruang niaga terus meningkat setiap tahun. Sayangnya, sisi pasokan belum sebanding dengan permintaan. Tergerak untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tersebut mendorong Dewi Arimbi untuk terjun di bisnis properti.

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis properti makin kinclong. Tidak heran banyak orang yang tergiur dengannya, baik dengan menjadi pengusaha maupun investor. Properti, selain untuk hunian memang cukup atraktif sebagai instrumen investasi. Namun demikian, pilihan Arimbi bukan sekadar ikut arus. Latar belakang keilmuannya sebagai Sarjana Arsitektur dari Universitas Trisakti cukup menunjang bisnisnya tersebut.

Menurut Arimbi, peluang di bisnis properti masih cukup besar.  Mulai dari properti untuk hunian hingga perkantoran atau segmen bisnis. Terlebih dengan tingkat pendapatan yang  trennya naik  sehingga mendorong orang untuk berinvestasi. “Peluangnya masih cukup bagus, baik untuk segmen individu maupun korporasi,” ujarnya.

Untuk  merespons permintaan pasar tersebut, ia pun membangun beragam bangunan properti. Seperti perumahan, perkantoran, toko, hotel, sampai apartement.  Baginya, yang penting semua karyanya bisa diserap pasar. Selain memperoleh keuntungan finansial, kata Arimbi, ia juga bisa membuka pekerjaan bagi banyak orang.

Keterampilan istri Jusuf Herry Alamsyah Ratu Prawiranegara,  dalam berbisnis sebenarnya sudah terasah sejak di bangku kuliah. Saat itu ia telah menerima tawaran job dari para senior maupun rekannya untuk mendesain bangunan.  Selain itu, membuka usaha penambangpasir untuk proyek properti di Jakarta.

Dari bisnis skala kecil itu, perlahan namun pasti usahanya terus berkembang. Pergaulannya dalam dunia bisnis semakin luas ketika  bergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia  (IWAPI). Saat ini Arimbi dipercaya sebagaiBendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWAPI.

 hj-dewi-arimbi

Profesi yang Bermanfaat Bagi Orang Banyak

Awalnya, Arimbidiharapkan menjadi dokter. Maklum, sang Ayah adalah Dokter Pribadi Bung Karno dan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Kepala Bappenas pada Kabinet Soekarno.Almarhum  DR.Dr.Raden H.  Soeharto yang lahir tahun 1908, ayah Arimbi,  adalah pejuang dan salah satu pendiri Bank Pertama di Indonesia BNI 46, Sarinah Thamrin Jakarta dan hotel pertama di Indonesia yaitu Hotel Indonesia.

Ibunya adalah salah seorang penggagas protokol  Istana Merdeka pada zaman orde lama. Yang mengambil studi di Eropa dan menguasai beberapa bahasa asing, yang ketika zaman itu sangat jarang masyarakat Indonesia yang bisa bersekolah di luar negeri. Almarhumah Hj. R.A. Sinta Kaliente Tedjasukmana juga adalah Penulis dan Guru Etiket & Kepribadian.

Meski profesi Arimbi berbeda dengan profesi kedua orang tuanya, namun persamaannya adalah profesi yang bermanfaat bagi orang banyak. Dengan pencapaiannya sekarang, yang mapan secara finansial, ia bisa membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan. Ditengah kesibukannya ia juga bisa membagi waktu untuk mengurus keluarga.

Regenerasi

Seiring perjalanan usahanya yang terus berkembang ia pun mempersiapkan regenerasi. Arimbi menyadari, tantangan bisnis saat ini berbeda dengan masa lalu.  Bersyukur anak-anaknya yang sudah dewasa, berhasil menuntaskan studi di bidangnya masing-masing di luar negeri. “Awalnya mereka (anak-anak ) setelah lulus, bekerja di Perusahaan atau Instansi Internasional dan luar negeri, namun bersyukur akhirnya mereka tergerak dan berkomitmen untuk bergabung di perusahaan keluarga,” ujarWakil Komite Tetap Kemitraan WKU Pemberdayaan Perempuan DPP KADIN periode 2015-2020 ini.

Arimbi berbahagia, anak-anaknya bersedia meneruskan usaha yang telah dirintisnya. Putri sulungnya, Jibrilia   S.Kom, B.Inf. Tech (menikah) merupakan tamatan Universitas Indonesia jurusan ilmu komputer dan Queensland University di Australiadan tadinya telah menempati jabatan cukup tinggi di BankAsing terkemuka.

Sedangkan Putranomor duanya, Abi Alamsjah(menikah) adalah lulusan Jurusan marketing dan bisnis dari BiNus dan Curtin University Perth Australia.  Sementara Putri nomortiga adalah sarjana jurusan hospitality manajemen dan desain hotel jebolan kampus IHTTI Neuchatel, di Swiss.  Ketiga anaknya ini telah siap meneruskan usaha bundanya, sebagai generasi penerus. Sedangkan dua anak lainnya masih kuliah, dan berencana melanjutkan studinya ke luar negeri.

Terkait dengan kegiatan organisasi dan partai, Arimbi mengaku baru bisa bergerak secara aktif belakangan ini. Sebab, sebelumnya waktu tersita untuk mengurus bisnis dan  keluarga. Selain Bendahara Umum DPP IWAPI dan Ketua Umum Koperasi Iwapi Mandiri Sejahtera, Arimbi adalah Wakil SekJend DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Dalam Pilkada Serentak 2017 sebagai Calon Wakil Bupati Kabupaten Pringsewu Lampung,  “Saya bertindak dengan Hati dan Pikiran ,” pungkasnya.

Kini Arimbi bisa tersenyum lebar. Regenerasi sudah terbuka. Profesi pengusaha yang dijalaninya telah memberikan lapangan pekerjaan bagi orang banyak, sekaligus mengantarkannya pada kondisi kemapanan ekonomi. (Drajat )

Share This:

Next Post

Rajanya Furnitur Laboratorium

Sel Des 6 , 2016
Usaha dengan omzet miliaran ini bermula dari uang Rp30 juta hasil patungan bersama sang pemilik, Nandang Solihin. Pernah bangkrut, namun dengan kegigihan dan daya inovasi tinggi, kini Nadiso menjadi pemain utama di bidang manufaktur wooden base factory dan metal sheet factory. Output produknya berupa perlengkapan furnitur untuk laboratorium dan perkantoran. […]