REI Dorong Pemerintah Kembangkan Properti Syariah

Ilustrasi-Foto: Rumah Syarii 123.

JAKARTA—-Asosiasi Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) mengakuii bahwa berkembangnya konsep syariah di Indonesia, awalnya perbankan dan keuangan juga diikuti oleh sektor perumahan. Untuk itu REI mendorong pemerintah untuk memberikan ruangan khusus bagi properti syariah agar lebih berkembang.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPP REI Royzani Sjahril dalam audiensi DPP dan DPD REI dengan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/1/20).

“Kami berharap ada ruang khusus untuk properti syariah agar bisa berkembang, mohon dukungannya dari Pemerintah Pak Wapres,” ujar Royzani,

Menurut Riyazani, peminat sektor perumahan berkonsep syariah saat ini tidak hanya konsumen muslim tetapi juga konsumen nonmuslim.

“Untuk itu diperlukan ada ruang khusus baik melalui OJK maupun semacamnya, baik properti yang berkembang di Indonesia,” ucap dia.

Sementara, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga memastikan akan memberi perhatian kepada sektor properti syariah. Hal ini kata Kiai Ma’ruf, sejalan dengan upaya Pemerintah yang sedang melakukan penguatan sektor syariah di bidang industri, keuangan maupun bisnis.

Kiai Ma’ruf mengungkap Pemerintah akan mengubah Peraturan Presiden tentang Komite Nasional Keuangan Syariah menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan. Dengan begitu, cakupan konsep syariah bisa lebih luas tidak hanya soal industri halal, tetapi juga sektor lainnya.

“Itu akan menjadi bagian yang akan kita masukkan pembahasannya, saya kira itulah beberapa hal harapan saya. REI terus mengembangkan  pembangunan untuk memenuhi kebutuhan rumah yang makin hari makin meningkat,”pungkas Ma’ruf.

Sebagai catatan , hingga 2018 komunitas Developer Properti Syariah (DPS), sudah mempunyai anggota itu  1.300 orang, dengan total proyek lebih dari 300 sampai 500 proyek. Menurut   Founder DPS Rosyid Aziz seperti pernah dirilis Kompas DPS didirikan pada akhir 2012 lalu.

Saat ini, jumlah rumah yang sudah dibangun berkisar antara 25.000 hingga 50.000 unit. Di dalam satu proyek, biasanya terdapat 50-100 unit rumah yang dibangun.

Share This: