RAT Tahun Buku 2019, KSPPS TAM Syariah Catat Volume Usaha Capai Rp2,1 Triliun

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

NGANJUK—Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Tunas Artha Mandiri (TAM) Syariah sukses menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tutup buku 2019 melalui teleconference, pada Selasa, 7 April 2020.

Ketua Umum KSPPS TAM Syariah H. Imam Mukhayat Syah mengungkapkan, kinerja koperasi menunjukan grafik positif.  Aset mengalami kenaikan sebesar 17,5 persen. Bahkan sisa hasil usaha (SHU) KSPPS TAM Syariah mencapai 70 persen. Volume usaha mencapai Rp2,1 trilyun.

Lanjut Imam, kinerja positif 2019 ini membuat KSPPS TAM Syariah masuk dalam sepuluh besar koperasi nasional.  Kini koperasi syariah itu sudah memiliki 62 kantor cabang dan 171 jaringan yang tersebar di seluruh Jawa dengan 119 ribu anggota.

“Ke depannya, setiap insan koperasi dapat mengembangkan potensi dirinya dan membangun kerja sama,” ujar Imam dalam teleconference.

RAT berlangsung di Wisma Koperasi KSPPS TAM Syariah. Acara diikuti beberapa perwakilan kantor cabang lainnya melalui teleconference. Meliputi perwakilan di Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Karena RAT merupakan forum tertinggi dan bersifat wajib bagi koperasi. Untuk itu, pihaknya tetap menyelenggarakan RAT sesuai protokol kesehatan.

“Kita ikuti aturan yang ada. Misalnya kita siapkan bilik sterilisasi, thermal gun, hingga mengenakan masker dan RAT melalui teleconference,” ujar Imam.

RAT KSPPS TAM Syariah berlangsung lancar. Sebelum memasuki ruang acara, para peserta wajib mengenakan masker, mencuci tangan, memasuki bilik sterilisasi, dan cek suhu tubuh.  Peserta tidak lebih dari 40 orang. Untuk mencegah korona, tempat duduk juga diatur berjarak.

Ketua Umum KSPPS TAM Syariah H. Imam Mukhayat Syah -Foto: Peluang.

Sebagai catatan KSPPS TAM  mampu mendongkrak sejumlah wirausaha di berbagai daerah. Di antaranya, Batik Satrio Manah dari Tulungagung berdiri sejak 1984.

Pemiliknya ny Triono, kerajinan batik manual meningkat setalah bergabung dengan koperasi.  Hal yang sama juga terjadi pada Kopi Ijo Lereng  Wilis  yang kini mempunyai ratusan karyawan (Van).

Share This: